Ketua Panitia Ruwatan Massal dan Jamasan Pusaka Dekesda, KRA Mohammad Nur Kholid ST, yang juga Ketua Departemen Kebudayaan Dekesda, menyerahkan gunungan kepada dalang ruwat Ki Toro disaksikan Ketua Dekesda Ribut Wijoto.

bongkah.id – Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) menggelar ruwat massal dan jamasan pusaka di Dekesda Art Center, Jalan Erlangga, Sidoarjo, Minggu (28/6/2026).

Ritual itu diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah, mulai Sidoarjo, Malang, Kediri, Bandung, hingga Samarinda, Kalimantan Timur.

ads

Peserta berasal dari berbagai kalangan dan usia, mulai anak-anak umur 4 tahun hingga dewasa umur 30 tahun lebih. Selain mengikuti prosesi ruwatan, sejumlah peserta juga membawa pusaka untuk dijamas.

Ketua Dekesda Ribut Wijoto mengatakan ruwatan dan jamasan pusaka merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa yang masih dilestarikan hingga kini.

“Bagi sebagian masyarakat Jawa, ruwatan menjadi ikhtiar spiritual untuk memperoleh ketenteraman hidup dan terhindar dari sukerta atau mara bahaya,” kata Ribut.

Salah satu peserta, Desi Iska Fadhilla (33), ASN Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, datang dari Samarinda untuk mengikuti prosesi ruwatan. Ia mengetahui kegiatan tersebut melalui akun Instagram Dekesda.

Desi mengaku mengikuti ruwatan sebagai bentuk ikhtiar dalam menghadapi berbagai persoalan hidup yang dialaminya.

“Banyak rintangan dalam perjalanan hidup saya. Berharap dengan ikut ruwatan ini, akan ada perubahan,” ujar perempuan lajang yang ayahnya berdarah Jawa dan ibu berasal dari suku Dayak.

Prosesi ruwatan dipimpin dalang ruwat Ki Toro melalui pagelaran wayang ruwat, sedangkan jamasan pusaka dipimpin Ki Iwan.

Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga siang dengan dihadiri ratusan pelaku seni dan budaya dari berbagai paguyuban serta komunitas seni budaya di Sidoarjo.

Anggota Badan Pertimbangan dan Pengawasan (BPP) Dekesda, Winarto, mengatakan wayang ruwat memiliki nilai-nilai filosofi yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat Jawa.

Menurut dia, tradisi tersebut tidak hanya dipandang sebagai ritual budaya, tetapi juga mengandung pesan moral dan harapan akan keselamatan serta keharmonisan hidup.

Kegiatan ruwat massal dan jamasan pusaka ini direncanakan akan menjadi agenda pelestarian budaya yang secara rutin digelar Dekesda sebagai upaya menjaga keberlangsungan tradisi Jawa di tengah perkembangan zaman

1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini