bongkah.id – Atmosfer sepak bola nasional kembali akan terasa di Kota Pahlawan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan kesiapan penuh menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Presiden 2026, turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia ini berlangsung pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Bagi pecinta sepak bola, kehadiran turnamen ini bukan sekadar rangkaian pertandingan pemanasan menjelang Liga 1 bergulir. Piala Presiden telah menjadi panggung yang mempertemukan klub-klub terbaik, menghadirkan rivalitas, sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah melalui sektor pariwisata, UMKM, hingga industri kreatif.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, seluruh persiapan telah dilakukan melalui koordinasi intensif bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pemkot Surabaya bertanggung jawab memastikan seluruh fasilitas yang menjadi kewenangan pemerintah daerah siap digunakan.
“Jadi kami sudah persiapkan. Kemarin kami bertemu dengan teman-teman PSSI. Jadi sudah kita siapkan untuk persiapan Piala Presiden ini,” kata Eri, Senin (20/7/2026).
Menurut Eri, fokus utama Pemkot Surabaya adalah menyiapkan venue pertandingan beserta lapangan latihan agar seluruh tim peserta dapat menjalani pertandingan maupun sesi latihan dengan nyaman.
“Persiapan terkait lapangan latihan, persiapan tempat pertandingan, karena yang lainnya disiapkan oleh PSSI,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi menambahkan, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) telah dipastikan menjadi venue pertandingan Grup B.
Sementara untuk kebutuhan latihan, Pemkot Surabaya menyiapkan Stadion Gelora 10 Nopember serta Lapangan Thor, dua fasilitas olahraga yang selama ini menjadi andalan pembinaan sepak bola di Kota Pahlawan.
“Stadion Gelora Bung Tomo sebagai lokasi utama pertandingan. Sementara untuk fasilitas latihan, kami siapkan Lapangan Thor dan Stadion Gelora 10 Nopember untuk memenuhi kebutuhan tim peserta,” ujar Herry.
Ia menegaskan, penyediaan fasilitas tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkot Surabaya dalam menyukseskan penyelenggaraan Piala Presiden 2026.
“Kami berharap seluruh tim peserta dapat menjalani pertandingan maupun sesi latihan dengan nyaman, sehingga turnamen dapat berlangsung lancar dan aman sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Surabaya akan menjadi tuan rumah pertandingan Grup B yang dihuni Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, serta klub asal Thailand Port FC. Sementara pertandingan Grup A akan digelar di Bandung, Jawa Barat.
Kehadiran klub luar negeri menjadi warna tersendiri dalam Piala Presiden 2026. Selain meningkatkan kualitas persaingan, turnamen ini juga menjadi ajang mempererat hubungan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
Lahir di Tengah Krisis
Piala Presiden memiliki perjalanan sejarah yang unik. Turnamen ini pertama kali digelar pada 2015 ketika kompetisi sepak bola Indonesia berhenti akibat sanksi FIFA terhadap PSSI.
Ketika itu Mahaka Sports and Entertainment menggagas kompetisi sebagai solusi agar klub dan pemain tetap memiliki ruang bertanding.
Edisi perdana yang berlangsung di Gianyar, Bali, berhasil menyedot perhatian publik dan dimenangkan oleh Persib Bandung.
Sejak saat itu, Piala Presiden berkembang menjadi turnamen pramusim resmi yang selalu dinantikan setiap musim.
Selain menyajikan persaingan antarklub, Piala Presiden juga dikenal memiliki trofi ikonik berbahan kayu jati hasil karya seniman Bali, Ida Bagus Lasem.
Trofi tersebut memiliki nilai filosofis tinggi, bahkan Presiden Joko Widodo turut melakukan pahatan pertama saat peluncurannya pada edisi perdana.
Selama perjalanannya, turnamen ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Ribuan suporter yang datang ke kota penyelenggara turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM lokal.
Kini, dengan kesiapan Stadion Gelora Bung Tomo beserta fasilitas pendukungnya, Surabaya berharap mampu kembali menjadi tuan rumah yang sukses.






























