Rudy sedang menyiapkan display anggrek yang diwarnai ornamen Reog Ponorogo sebagai kampanye kekayaan budaya Jawa Timur.

bongkah.id — Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan langkah Indonesia Orchids Community membawa nama Indonesia ke ajang internasional. Duta Anggrek Indonesia, Rudy T. Mintarto, bersama istrinya, Ratna Wulan, tampil dalam Flora Filipina Expo 2026 di Quezon City, Filipina, 19–23 Agustus 2026.

Keikutsertaan Indonesia kali ini kembali dilakukan secara swadaya. Harapan memperoleh dukungan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum mendapat sambutan.

ads

“Sudah 15 tahun saya aktif mengikuti event internasional secara swadaya tanpa pernah mendapat dukungan dana,” tutur Rudy saat mempersiapkan display anggrek.

Menurut Rudy, keputusan tetap berangkat bukan sekadar mengejar penghargaan. Keberadaan Indonesia dalam pameran internasional dinilai penting untuk menjaga eksistensi komunitas anggrek Tanah Air.

“Kalau undangan ini tidak direspons, pada event lanjutan Indonesia tidak akan diundang lagi. Dengan begitu, keberadaan anggrek di Indonesia tidak diperhitungkan lagi,” ujarnya.

Bawa Reog Ponorogo

Pada setiap pameran internasional, Rudy selalu memasukkan unsur budaya daerah sebagai daya tarik stand anggrek. Kali ini, budaya Jawa Timur diperkenalkan melalui visualisasi Reog Ponorogo.

Sebelum berangkat, Indonesia Orchids Community telah mengirimkan sejumlah surat permohonan dukungan, salah satunya kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Dalam proposal tersebut disebutkan bahwa Flora Filipina Expo 2026 diselenggarakan Philippine Orchid Society dalam rangka memperingati 80 tahun organisasi tersebut.

Indonesia menjadi satu dari 10 negara yang mendapat undangan, bersama Malaysia, Taiwan, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Jepang.

Keikutsertaan Indonesia juga memiliki catatan prestasi. Pada 2019, Indonesia untuk pertama kalinya mengikuti kompetisi Landscape Display di Filipina dan berhasil meraih juara pertama kategori peserta internasional, mengungguli Taiwan, Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi Rudy untuk kembali membawa nama Indonesia ke Filipina.

Keterbatasan dana membuat persiapan pameran tidak mudah. Panitia memang menyediakan tiket pesawat dan penginapan selama persiapan hingga pembukaan, tetapi kebutuhan lain harus ditanggung sendiri.

Untuk materi pameran, Rudy mengaku membeli anggrek sekitar 200 dolar AS. Namun, sebagian besar yang diperoleh berupa bunga potong.

“Beli anggrek-anggrek sekitar 200 dolar, cuma dapat anggrek potong. Entah cukup atau tidak,” katanya. Sekitar 80 persen materi yang digunakan berupa anggrek potong.

Tim Indonesia juga tidak membawa bunga dari Tanah Air karena persoalan bea cukai yang rumit dan mahal. Mereka hanya membawa properti penghias stand. Sementara kebutuhan anggrek silangan dibantu panitia karena jenis tersebut relatif sama.

Bunga yang telah dipamerkan nantinya juga ditinggalkan di lokasi dan diberikan kepada panitia. Langkah itu ditempuh karena keterbatasan biaya membawa kembali tanaman ke Indonesia.

Tantangan lainnya adalah ukuran stand. Setiap delegasi mendapat ruang sekitar 2 x 4 meter. Di tengah stand juga terdapat tiang yang membuat penataan semakin sulit.

Kondisi semakin rumit karena tanaman hijau yang dibutuhkan untuk display belum sepenuhnya siap ketika hujan mengguyur lokasi.

“Ini tadi siang saya tinggal ke hotel saja karena hujan, tanaman hijaunya belum siap di lokasi. Macet karena hujan, persis seperti Jakarta,” kata Rudy via whatsApp. Meski demikian, ia bersama Ratna Wulan tetap berupaya menyelesaikan display Indonesia.

Bagi Rudy, mengikuti pameran tersebut bukan hanya soal penghargaan.

“Tujuan kami mengikuti event ini adalah menjaga eksistensi komunitas anggrek Indonesia dalam percaturan internasional,” tegasnya.

Di tengah minimnya dukungan pendanaan, Rudy tetap memilih berangkat. Bukan hanya membawa anggrek, tetapi juga membawa identitas budaya Indonesia melalui Reog Ponorogo ke panggung internasional.

1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini