bongkah.id – Sebanyak 140 orang menjadi korban dugaan arisan online bodong yang diungkap Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, 35 korban berada di Jawa Timur dengan total kerugian Rp2,5 miliar.
Sementara dari hasil analisis transaksi menunjukkan perputaran dana dalam skema arisan tersebut mencapai Rp71 miliar.
Kasus ini kini berkembang setelah polisi menemukan dugaan keterlibatan sejumlah selebritas dalam mempromosikan arisan online yang dikelola selebgram asal Bali, Joiss Nydia Khaliza (JNK).
Polda Jatim menjadwalkan pemeriksaan terhadap 17 pesohor yang diduga pernah mempromosikan arisan tersebut. Dua nama yang dijadwalkan diperiksa adalah Dilan Janiyar Ramadhani dan Ratu Felisha.
Keduanya seharusnya memberikan keterangan kepada penyidik Ditresiber Polda Jatim pada Kamis (20/8/2026). Namun, pemeriksaan batal dilakukan karena keduanya berhalangan hadir dan meminta penjadwalan ulang pada pekan depan.
Kepala Subdirektorat I Ditresiber Polda Jatim AKBP Erik Pradana mengatakan, polisi belum memastikan tanggal pemeriksaan kedua selebritas tersebut.
“Hari ini seharusnya memeriksa dua selebritas, Dilan Janiyar Ramadhani sama Ratu Felisha. Konfirmasinya minta dijadwalkan minggu depan semuanya,” kata Erik, Kamis (20/8/2026).
Menurut Erik, Dilan dan Ratu bukan satu-satunya pesohor yang akan dimintai keterangan. Total terdapat 17 selebritas yang masuk dalam rencana pemeriksaan penyidik.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana peran dan bentuk kerja sama para pesohor tersebut dengan JNK dalam mempromosikan arisan online.
Berawal dari Laporan Korban
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan seorang korban bernama Dewi. Ia mengaku mengalami kerugian hingga Rp230 juta setelah mengikuti investasi yang ditawarkan dengan kedok arisan online.
Direktur Ditresiber Polda Jatim Kombes Bimo Ariyanto mengatakan, Dewi sempat memperoleh uang Rp500 ribu. Namun, pemberian tersebut diduga hanya menjadi pancingan agar korban percaya dan kemudian menanamkan dana lebih besar.
“Awalnya korban Dewi sempat menerima ‘keuntungan’ sebesar Rp500 ribu. Namun, itu hanya pancingan dari tersangka agar korban percaya dan menyetorkan dana yang jauh lebih besar,” kata Bimo di Mapolda Jatim, Rabu (12/8/2026).
Dari laporan tersebut, penyidik melakukan pengembangan hingga menangkap JNK di Bali. Perempuan tersebut diduga merupakan pemilik sekaligus pengelola utama arisan online fiktif.
Polisi menyebut JNK menjalankan aksinya sejak awal 2024 dengan memanfaatkan media sosial. Ia menawarkan skema Arisan Menurun dan Arisan Pay Later (PLW).
Untuk membangun kepercayaan, pelaku mengklaim arisan tersebut 100 persen tersertifikasi dan amanah. Pelaku juga menampilkan testimoni anggota yang disebut polisi ternyata tidak benar.
Bimo mengatakan, JNK menggunakan jasa endorsement dari sejumlah public figure dan selebgram untuk meyakinkan calon korban.
“Dari keterangan tersangka dan saksi admin, program ini di-endorse atau mereka mengontak sejumlah public figure dan selebgram untuk ikut mempromosikan arisan online tersebut,” ujar Bimo.
Polisi menemukan pula akun anggota fiktif berinisial IO. Akun tersebut digunakan untuk mengisi slot kosong agar arisan terlihat aktif dan memiliki banyak peminat.
Dalam operasionalnya, JNK dibantu tiga admin berinisial SRJ, SWAA dan NH. Mereka bertugas memverifikasi KTP korban, mengelola grup WhatsApp hingga menagih pembayaran.
Polisi mencatat sekitar 140 korban tersebar di belasan provinsi. Di Jawa Timur, 35 korban mengalami kerugian total Rp2,5 miliar.
Sementara analisis transaksi sejak Juni 2025 hingga Juli 2026 menunjukkan perputaran dana mencapai Rp71 miliar.
Penyidik juga menyita sejumlah telepon seluler, laptop, rekening bank, serta tiga kendaraan berupa BMW, Toyota Rush dan Honda Brio. Salon milik tersangka di Bali turut dipasangi garis polisi.
JNK dijerat dengan sejumlah pasal dalam UU ITE dan KUHP. Ia terancam hukuman penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.
Pemeriksaan terhadap 17 pesohor, termasuk Dilan Janiyar dan Ratu Felisha, diharapkan dapat memperjelas bagaimana promosi arisan tersebut menjangkau para korban di berbagai daerah.


























