
bongkah.id — Sebuah jembatan sederhana tengah dibangun di Desa Sumorame, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda bertajuk “Satu Jembatan, Seribu Harapan” yang dilaksanakan melalui program TNI itu menjadi kabar menggembirakan bagi sekitar 1.200 warga atau 700 kepala keluarga yang tersebar di RW 2, RW 3, RW 4, dan RW 5 Desa Sumorame.
Setiap hari, sejak pekerjaan dimulai pada 5 Juni 2026, tiga personel TNI bersama 11 warga bergotong royong membangun jembatan berukuran 10 meter x 3 meter.
Di balik aktivitas yang berlangsung dari pagi hingga sore hari, tersimpan harapan masyarakat akan akses yang lebih mudah, cepat, dan aman.
Dibangunnya jembatan itu, meringankan ratusan keluarga untuk tidak lagi memutar jauh bila menuju sawah dan area peternakan.
Keberadaan jembatan bukan hanya memangkas jarak tempuh, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan produktivitas petani.
Sekitar 23 hektare lahan persawahan akan lebih mudah dijangkau. Selama ini, warga harus berjalan memutar hingga sekitar dua kilometer melalui desa tetangga untuk mencapai area yang sama.
Ketua RW 04 Desa Sumorame, Sutikno (55), mengaku pembangunan jembatan tersebut akan membawa perubahan besar bagi aktivitas pertanian warga.
“Adanya jembatan bisa menghemat waktu sekali. Gak usah muter-muter lagi,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Menurut Sutikno, akses yang lebih baik juga memungkinkan alat pemanen padi atau combine harvester masuk langsung ke area persawahan. Kondisi ini diyakini dapat mempercepat proses panen dan meningkatkan efisiensi kerja petani.
Tak hanya petani yang merasakan manfaatnya. Jembatan baru itu juga menjadi penopang penting bagi program ketahanan pangan desa yang melibatkan sedikitnya 10 peternak kambing.
Kepala Desa Sumorame, Rochmanu, mengatakan selama ini para peternak menghadapi kesulitan saat membawa rumput dan pakan ternak. Dengan adanya jembatan tersebut, aktivitas sehari-hari menjadi lebih ringan.
“Program ini juga menunjang program ketahanan pangan, yakni membantu akses beberapa warga untuk penggembukan kambing. Bawa makanan rumput lebih mudah,” kata Rochmanu.
Ia menilai pembangunan jembatan merupakan bentuk perhatian nyata kepada masyarakat desa. Sehingga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI, serta jajaran TNI, khususnya Dandim 0816 Sidoarjo Letkol CZI Shobirin Setio Utomo, atas dukungan yang diberikan kepada warga Sumorame.
“Atas bantuan jembatan ini, dapat bermanfaat untuk anak cucu kita,” tambahnya.
Harapan yang sama dirasakan Rumiyanto (51), seorang petani yang tinggal di RT 1 RW 7 Desa Sumorame.
Baginya, jembatan tersebut akan memudahkan aktivitas yang selama bertahun-tahun harus dilakukan dengan menempuh jalur yang lebih jauh.
“Alhamdulillah, sekarang semakin mudah kalau ke sawah,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Program Jembatan Perintis Garuda tidak hanya hadir di Sumorame. Di Desa Gelam, Kecamatan Candi, pembangunan jembatan berukuran 12 meter x 3 meter juga tengah dilakukan untuk menghubungkan RT 4 dan RT 10.
Menurut Babinsa Desa Sumorame dan Desa Gelam, M. Nur Chasan, jembatan tersebut dibangun demi meningkatkan keselamatan warga yang sebelumnya harus melintas di jalur yang berdekatan dengan rel kereta api.
“Sebelumnya aksesnya membahayakan warga saat melintas karena berdekatan dengan rel KA,” ujarnya.
Meski hanya berupa bentangan beton dan besi, Jembatan Perintis Garuda membawa arti yang lebih dalam bagi masyarakat. Ia menjadi penghubung antara rumah dan sawah, antara peternak dan sumber pakan, serta antara kebutuhan hari ini dan harapan untuk masa depan.
Di Desa Sumorame, satu jembatan memang sedang dibangun. Namun bagi warga, yang tumbuh bersamanya adalah seribu harapan untuk kehidupan yang lebih baik. (Wardianto)

























