Q-One Academy memberi pendidikan tentang restorasi interior di bawah bimbingan Nasrudin RR sebagai The Master of Genuine Leather and Interior Automotive of The World.

bongkah.id – Di balik bangunan megah Galeri Q-One yang berdiri di kawasan Perumahan Bumi Citra Fajar (BCF), Cluster Milano, Sidoarjo, tersimpan sebuah kisah tentang mimpi yang dirawat dengan kesabaran, kerja keras yang tak mengenal lelah, dan keyakinan bahwa segala sesuatu dapat diwujudkan selama seseorang tidak berhenti mencoba.

Semangat itu hidup dalam diri Nasrudin RR (56), pendiri sekaligus pemilik Galeri Q-One.

ads

Bagi Nasrudin, galeri tersebut adalah simbol perjalanan panjang yang ditempuh melalui keberanian mengambil peluang, ketekunan belajar, dan keyakinan yang terus dijaga selama puluhan tahun.

Di sepanjang perjalanan hidupnya, ada satu kalimat yang selalu menjadi pegangan: “Nothing Impossible.” (tidak ada yang mustahil)

Nasrudin RR setelah melakukan restorasi interior pesawat pribadi milik sebuah perusahaan

Kalimat sederhana itu menjelma sebagai filosofi hidup yang menuntunnya menghadapi berbagai tantangan, mulai dari merintis usaha, menimba ilmu di luar negeri, hingga membangun ekosistem bisnis yang kini berkembang di bawah naungan holding company PT Q-One.

“Galeri Q-One hanyalah salah satu bagian dari holding company dari PT Q-One,”
ujar pria kelahiran Desa Sitiaji, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro, 10 Juni 1970.

Di bawah payung PT Q-One, berkembang sejumlah unit usaha seperti Q-One Restoration, Q-One Production, Q-One Academy, dan Q-One Gallery.

Semua berawal dari satu bidang yang menjadi keahlian utamanya: restorasi.

Dari Ferrari hingga Lukisan
Jejak perjalanan Nasrudin tidak bisa dilepaskan dari pengalamannya sebagai konsultan kulit di perusahaan otomotif Ferrari, Italia, selama satu dekade, sejak 2001.

Q-One Restoration mula-mula bergerak pada restorasi material kulit kendaraan mewah, mulai dari kursi, dashboard, hingga berbagai panel interior berbahan logam.

Menurut Nasrudin, kulit yang digunakan pada mobil-mobil Ferrari berasal dari kulit sapi dan kulit kuda pilihan yang diternakkan secara khusus di Swedia.

Nasrudin RR di helikopter pribadi milik crazy rich yang baru direstorasi interiornya

“Pabrik Ferrari mengembangkan peternakan sapi dan kuda Swedia dengan kandang khusus. Suhu kandangnya terjaga, bahkan ada peredam suara bila terjadi petir agar hewan tidak terkejut karena kondisi itu berpengaruh pada kualitas kulitnya,” tuturnya.

Dari pengalaman tersebut, cakrawala keahliannya berkembang merambah ke restorasi interior pesawat terbang, helikopter pribadi, yacht, hingga restorasi karya seni lukis.

Galeri yang Menjadi Laboratorium
Di mata pengunjung, lukisan yang tergantung di Galeri Q-One mungkin tampak sebagai koleksi seni yang indah dan bernilai tinggi.

Namun bagi Nasrudin, sebagian karya itu difungsikan sebagai bahan penelitian.
Beberapa koleksi lukisannya sengaja ditempatkan di ruang terbuka agar terkena paparan sinar ultraviolet matahari, embun, dan air hujan.

Dari sana ia mengamati perubahan warna cat, ketahanan serat kanvas, hingga reaksi material terhadap cuaca.
Hasil pengamatan itu kemudian menjadi dasar untuk menemukan formula restorasi yang mampu mengembalikan warna lukisan yang memudar sekaligus memperkuat struktur kanvas yang mengalami penurunan kualitas.

Semangat riset itu tidak berhenti pada karya seni. Sebuah mobil Mercedes-Benz keluaran 2016 miliknya juga sengaja diparkir di area terbuka agar terpapar panas matahari dan guyuran hujan.

Tujuannya untuk mempelajari bagaimana kulit dan material interior bereaksi terhadap perubahan cuaca secara alami.

Mencetak Generasi Restorator
Perjalanan panjang yang ditempuhnya membuat Nasrudin menyadari bahwa ilmu tidak boleh berhenti pada satu orang.

Karena itu, ia mendirikan Q-One Academy, sebuah sarana pendidikan yang disiapkan untuk mencetak tenaga ahli di bidang restorasi.

Di akademi tersebut, para peserta mendapatkan pembelajaran langsung dari Nasrudin yang dikenal dengan sebutan The Master of Genuine Leather of The World dan The Master of Interior Automotive of the World.

Para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik restorasi secara menyeluruh, mulai dari reclean, refresh, re-colouring, repair, hingga reupholster.

Membangun Ekosistem
Q-One juga mengembangkan lini produksi melalui Q-One Product.

Unit usaha ini memproduksi berbagai kebutuhan untuk perawatan barang barang berharga, mulai dari yang berbentuk pasta hingga produk berbentuk tisu yang untuk menjaga kualitas berbagai jenis permukaan material.

Di tengah perkembangan itu, Galeri Q-One berdiri sebagai pengingat bahwa semua pencapaian besar selalu berawal dari sebuah mimpi yang dirawat dengan ketekunan selama bertahun-tahun, dengan prinsip “Nothing Impossible”

5

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini