
bongkah.id– Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-99 Persebaya Surabaya pada Kamis (18/6/2026) dini hari berlangsung meriah. Ribuan Bonek turun ke jalan dan melakukan konvoi keliling Kota Surabaya hingga menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan utama.
Sejak Rabu (17/6/2026) sore hingga malam, massa suporter klub berjuluk Bajul Ijo itu mulai bergerak menuju kawasan Stadion Gelora 10 Nopember (G10N) di Jalan Tambaksari.
Arus kendaraan yang didominasi rombongan sepeda motor terus berdatangan dari berbagai penjuru kota dan daerah penyangga.
Pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan lalu lintas terjadi di sejumlah ruas jalan utama, di antaranya Jalan Tambaksari, Jalan Yos Sudarso, Jalan Darmo, hingga beberapa kawasan pusat kota lainnya.
Hingga pukul 01.30 WIB, konvoi dan arus kedatangan suporter masih berlangsung, membuat lalu lintas tersendat bahkan macet total di beberapa titik.
Kawasan Gelora 10 Nopember menjadi pusat konsentrasi massa. Ribuan Bonek memadati halaman stadion dan sepanjang Jalan Tambaksari sejak sekitar pukul 21.00 WIB.
Lautan atribut hijau terlihat mendominasi kawasan tersebut sebagai simbol kecintaan suporter terhadap klub kebanggaan Kota Pahlawan yang tahun depan akan memasuki usia satu abad.
Perayaan semakin semarak dengan nyanyian dukungan, pengibaran bendera raksasa Persebaya, penyalaan flare, serta aksi konvoi kendaraan yang terus mengalir sepanjang malam.
Di beberapa titik, suporter tampak berhenti untuk bernyanyi bersama dan mengabadikan momen menggunakan telepon genggam.
“Saya hampir setiap tahun ikut ke Tambaksari. Ini sudah menjadi tradisi Bonek untuk merayakan ulang tahun Persebaya bersama-sama,” ujar Arifan, salah seorang suporter asal Kenjeran, Rabu malam.
Euforia ulang tahun Persebaya sebenarnya telah terasa sejak awal Juni. Berbagai spanduk, banner, dan atribut bernuansa hijau menghiasi sudut-sudut Kota Surabaya, mulai jalan protokol, jembatan penyeberangan, hingga kawasan permukiman.
Bagi masyarakat umum, pemandangan tersebut mungkin hanya bagian dari tradisi suporter sepak bola. Namun bagi Bonek, bulan Juni memiliki makna khusus sebagai momentum mengenang perjalanan panjang, perjuangan, dan kebanggaan terhadap klub yang berdiri pada 18 Juni 1927 tersebut.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban, aparat gabungan dari Sat Brimob Polda Jawa Timur, Satlantas Polrestabes Surabaya, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan disiagakan di sejumlah titik sekitar lokasi perayaan.
Sebelumnya, manajemen Persebaya melalui akun Instagram resmi @officialpersebaya mengimbau suporter agar merayakan hari jadi klub dari rumah atau wilayah masing-masing.
Imbauan itu disampaikan sebagai bentuk evaluasi atas sejumlah insiden kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas yang pernah terjadi saat perayaan ulang tahun pada tahun sebelumnya.
Meski demikian, antusiasme Bonek untuk merayakan ulang tahun ke-99 Persebaya tetap tinggi. Ribuan suporter memilih turun ke jalan dan berkumpul di kawasan Gelora 10 Nopember, menjadikan malam perayaan tersebut sebagai salah satu momen terbesar dalam kalender suporter Persebaya tahun ini.



























