Pemadaman listrik mendadak yang terjadi di sejumlah wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Kabupaten Mojokerto dalam beberapa hari terakhir menuai keluhan warga.

bongkah.id – Pemadaman listrik mendadak yang terjadi di sejumlah wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Kabupaten Mojokerto dalam beberapa hari terakhir menuai keluhan warga.

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, pemadaman tanpa pemberitahuan tersebut juga berdampak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada pasokan listrik.

ads

Keluhan datang dari berbagai daerah. Di Kabupaten Mojokerto, warga Dusun Ketapanrame, Kecamatan Trawas, mengaku mengalami pemadaman listrik hingga tiga kali selama Juni 2026 tanpa informasi sebelumnya dari pihak terkait.

Karto (63), warga setempat, mengatakan pemadaman terjadi pada waktu yang berbeda, baik siang maupun malam hari. Menurutnya, kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan pengguna jalan karena penerangan umum ikut padam.

“Sudah tiga kali terjadi bulan ini. Warga tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya. Kalau malam, jalan menjadi gelap dan anak-anak yang sedang belajar juga terganggu,” ujar Karto, Senin (15/6/2026).

Ia berharap pihak terkait lebih proaktif menyampaikan informasi apabila akan dilakukan pemadaman agar masyarakat dapat melakukan persiapan.

Keluhan serupa juga muncul di wilayah Sidoarjo. Dwi Suryani (46), warga Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan, mengaku mendapati rumahnya gelap saat pulang kerja pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Listrik baru kembali menyala sekitar dua jam kemudian tanpa penjelasan yang diketahui warga.

“Banyak tetangga bertanya-tanya penyebabnya karena tidak ada informasi sebelumnya,” katanya.

Di Desa Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo, pemadaman yang terjadi pada Selasa (9/6/2026) bahkan berlangsung sekitar empat jam. Irawan (35) mengaku tidak sempat melakukan persiapan, termasuk mengisi tandon air sebelum listrik padam.

“Akibatnya, saat pulang kerja saya tidak bisa langsung mandi karena pasokan air terganggu,” ujarnya.

Dampak pemadaman tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga pelaku UMKM. Andira (47), warga Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, mengaku usaha ikan hias yang dikelolanya mengalami kerugian akibat sebagian ikan kecil mati saat aliran listrik terhenti.

Selain itu, usaha laundry milik keluarganya juga terpaksa menghentikan operasional sementara karena mesin cuci dan setrika tidak dapat digunakan.

Di Surabaya, pemadaman juga dilaporkan terjadi di kawasan Ngagel Jaya Selatan. Astrid (35) mengatakan listrik padam sekitar pukul 16.00 WIB dan baru kembali menyala menjelang malam.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah ruas jalan menjadi lebih gelap dan mengurangi kenyamanan pengguna jalan.

Warga berharap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan penjelasan terkait pemadaman yang terjadi serta meningkatkan sistem pemberitahuan kepada masyarakat.

Mereka menilai informasi yang jelas dan tepat waktu penting agar warga maupun pelaku usaha dapat mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.

Pemadaman listrik yang berulang tanpa pemberitahuan dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini