
bongkah.id – Riuh tawa dan gemuruh tepuk tangan ratusan penonton mendadak membanjiri Aula Gedung Baru UIN Madura pada Senin malam (15/6/2026). Suasana akademis yang biasa tenang berubah total menjadi panggung seni yang hidup dan penuh energi.
Biang keladinya adalah pementasan teater bertajuk “HAH” karya sastrawan legendaris Putu Wijaya. Naskah yang terkenal rumit dan sarat kritik sosial ini berhasil dieksekusi dengan sangat apik oleh mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) angkatan 2023 Kelas B (Kelompok 2).
Bagi mahasiswa semester enam ini, pertunjukan tersebut bukan sekadar ritual menggugurkan kewajiban tugas akhir mata kuliah Teater. Lebih dari itu, aksi panggung ini menjadi pembuktian nyata atas kualitas literasi, kepekaan sosial, dan bakat seni peran mereka yang matang.
Membawakan karya Putu Wijaya bukanlah perkara mudah. Karakteristik naskah “HAH” dikenal penuh dengan dialog pendek, bertempo cepat, dan alur absurd yang membingungkan. Namun, Kelompok 2 Kelas B justru berhasil menjamahnya menjadi tontonan yang segar dan dinamis sejak tirai panggung dibuka.
Kunci keberhasilan mereka terletak pada penjiwaan karakter yang kuat serta keberanian melakukan improvisasi. Para pemain menyelipkan unsur komedi dan dialek lokal di tengah dialog. Strategi ini terbukti ampuh mendekatkan cerita dengan audiens, sekaligus memicu gelak tawa yang tidak henti-hentinya terdengar sepanjang pertunjukan.
“Kami sengaja memilih naskah ‘HAH’ karena tantangannya besar. Mengubah sesuatu yang absurd menjadi tetap bermakna dan menghibur itu tidak mudah. Alhamdulillah, kerja keras latihan berminggu-minggu terbayar lunas malam ini,” ungkap Ketua Panitia, Wildan Ramadhani Al Farizi, usai pementasan.
Antusiasme penonton malam itu luar biasa. Ruang aula penuh sesak hingga barisan paling belakang. Setiap adegan krusial selesai, apresiasi penonton langsung menggema di dalam ruangan.
Pujian senada juga datang dari dosen pengampu mata kuliah sekaligus kritikus seni yang hadir, Sahrul Romadhon. Ia menyoroti tiga keunggulan utama dalam pementasan malam itu.
Lebur Karakter: Aktor dinilai totalitas dan mampu keluar dari kepribadian asli mereka demi menghidupkan naskah. Artistik Hidup: Penataan cahaya (lighting) dan efek suara (backsound) sangat presisi dalam membangun dinamika ketegangan serta komedi. Sinergi Kru: Transisi antar-adegan berjalan mulus, menandakan koordinasi lini belakang panggung yang solid.
Keberhasilan pementasan drama “HAH” ini diharapkan mampu menyalakan kembali gairah iklim kesenian dan sastra di lingkungan UIN Madura. Lewat seni teater, mahasiswa tidak hanya ditempa untuk mahir berakting, melainkan juga diasah kepekaan sosialnya, mentalitas publik, serta manajemen kerja tim.
Melalui Kelompok 2 Kelas B TBIN 2023, malam itu kampus UIN Madura menjadi saksi bahwa karya sastra berbobot tinggi pun bisa menjelma menjadi tontonan yang menghibur tanpa kehilangan esensi pesannya.


























