Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim menegaskan media massa harus mampu beradaptasi menghadapi AI, algoritma, dan platform digital tanpa mengorbankan akurasi, independensi, serta kepercayaan publik.

bongkah.id – Industri media saat ini menghadapi tantangan baru yang semakin kompleks seiring berkembangnya kecerdasan artifisial (AI) dan algoritma platform digital yang mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi.

Di tengah perubahan besar tersebut, perusahaan pers dituntut terus berinovasi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip jurnalistik yang menjadi fondasi kepercayaan publik.

ads

Pesan itu disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Lutfil Hakim, saat menghadiri Radar Surabaya Awards 2026 di Surabaya, Minggu (2/8/2026).

Menurut Lutfil, media massa kini tidak hanya berkompetisi dengan sesama perusahaan pers, tetapi juga berhadapan langsung dengan platform digital, media sosial, kreator konten, hingga teknologi AI yang mampu memproduksi dan mendistribusikan informasi dalam hitungan detik.

“Media sekarang langsung berhadapan dengan AI, langsung berhadapan dengan algoritma. Yang paling penting adalah bagaimana mampu melakukan adaptasi terhadap perubahan dan mampu menjaga kepercayaan publik,” tegas pria asal Jember tersebut.

Ia menjelaskan, transformasi media dari platform konvensional seperti surat kabar dan televisi menuju media digital berbasis internet telah mengubah lanskap industri pers secara drastis.

Perubahan perilaku masyarakat yang menginginkan informasi cepat dan mudah diakses memaksa perusahaan media melakukan berbagai inovasi agar tetap relevan.

Di sisi lain, perpindahan konsumsi informasi ke platform digital juga berdampak pada persaingan memperebutkan perhatian publik dan belanja iklan.

Perusahaan pers kini harus berbagi ruang dengan berbagai platform digital yang memiliki jangkauan sangat luas.

Lutfil menilai kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi media arus utama. Terlebih lagi, algoritma platform digital sering kali lebih mengutamakan konten yang menarik perhatian dibandingkan informasi yang telah melalui proses verifikasi jurnalistik.

Karena itu, ia menegaskan bahwa adaptasi teknologi harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga akurasi, independensi, dan etika jurnalistik. Kecepatan informasi tidak boleh mengorbankan kualitas pemberitaan.

Selain tantangan AI dan algoritma, Lutfil juga menyoroti semakin kuatnya pengaruh kreator konten serta podcast yang kini mampu menjangkau jutaan audiens meski tidak bekerja dengan sistem dan standar jurnalistik sebagaimana perusahaan pers.

Fenomena tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa media profesional harus terus menghadirkan karya jurnalistik yang kredibel, terverifikasi, dan mampu menjadi rujukan masyarakat di tengah banjir informasi di ruang digital.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa di era AI dan algoritma, masa depan media tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi tetapi juga oleh kemampuan menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik yang selama ini menjadi modal utama pers, pungkas Lutfil Hakim yang dinobatkan sebagai Tokoh Pers Jawa Timur.

2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini