
bongkah.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka seleksi Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya (KBS) secara terbuka di tingkat nasional.
Langkah ini menjadi upaya menghadirkan pemimpin yang profesional sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan daerah agar semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada konservasi satwa.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan rekrutmen tidak hanya diumumkan di Surabaya atau Jawa Timur, melainkan dipublikasikan melalui media nasional sehingga seluruh putra-putri terbaik bangsa yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi.
“Rekrutmen Dirut KBS yang baru ini kita buka seluas-luasnya. Kita masukkan media nasional. Bukan hanya di lingkungan Surabaya dan Jawa Timur, tetapi seluruh Indonesia bisa mengetahui bahwa kami sedang mencari pimpinan baru untuk BUMD,” kata Eri usai rapat paripurna di DPRD Surabaya, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, setiap pelamar wajib memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan kompetensi yang telah ditetapkan.
Untuk posisi Direktur Utama KBS, calon pemimpin juga diharapkan memiliki pemahaman mengenai pengelolaan kebun binatang, konservasi satwa, serta tata kelola organisasi yang baik.
Tak hanya membuka proses seleksi secara transparan, Pemkot Surabaya juga memperkuat sistem pengawasan terhadap seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Eri menegaskan setiap direksi bertanggung jawab penuh atas pengelolaan anggaran sehingga audit independen akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi penyimpangan.
“Semua kepala BUMD bertanggung jawab penuh terhadap anggarannya. Karena itu dibutuhkan komitmen agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti korupsi. Audit independen akan dilakukan oleh auditor yang dipilih pemerintah kota, bukan oleh BUMD,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Eri juga menanggapi beredarnya foto-foto satwa yang dikaitkan dengan dugaan korupsi di KBS. Ia mengajak masyarakat melihat langsung kondisi kebun binatang saat ini, bukan hanya mempercayai dokumentasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, kesehatan satwa di KBS terus dipantau oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Bahkan, KBS masih mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk mengikuti program pertukaran satwa, yang menjadi indikator bahwa pengelolaan dan kondisi satwa dinilai memenuhi standar.
“Masyarakat jangan hanya melihat foto-foto yang beredar. Datang saja langsung ke kebun binatang. Pengunjung sekarang lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. KBS juga dipercaya pemerintah untuk melakukan pertukaran satwa. Tidak mungkin kepercayaan itu diberikan jika kondisi kebun binatang dan satwanya tidak baik,” tegasnya.
Eri menambahkan, sebagian besar foto satwa yang beredar merupakan dokumentasi lama dan tidak menggambarkan kondisi terkini.
Evaluasi kesehatan satwa dilakukan secara berkala oleh BKSDA sehingga masyarakat diharapkan tetap percaya terhadap upaya pembenahan dan peningkatan kualitas pengelolaan Kebun Binatang Surabaya.





























