Sopir truk asal NTT, Clemens Obe (47), ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya di Mojokerto. Polisi tak menemukan tanda kekerasan.

bongkah.id — Seorang sopir truk asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Clemens Obe (47), ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya di Desa Watukenongo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (7/9/2026) pagi.

Clemens yang diketahui berasal dari Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, ditemukan oleh rekannya sekitar pukul 08.15 WIB. Saat itu, rekannya, Yosep, datang ke rumah kontrakan untuk mengajak Clemens beraktivitas.

ads

Namun, Clemens tidak memberikan respons ketika dibangunkan. Setelah diperiksa lebih lanjut, Yosep mendapati rekannya tersebut telah meninggal dunia.

Temuan itu kemudian disampaikan kepada warga sekitar. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian dari Polsek Pungging untuk dilakukan pemeriksaan.

Kabar meninggalnya Clemens cukup mengejutkan warga yang tinggal di sekitar rumah kontrakannya. Selama berada di lingkungan tersebut, Clemens dikenal menjalani aktivitas sehari-hari sebagai sopir truk dan tinggal seorang diri.

Suhartatik, salah seorang tetangga Clemens, mengatakan korban biasanya sudah bangun sejak pagi. Rutinitas tersebut juga terlihat pada hari-hari sebelumnya.

“Biasanya Clemens tiap hari bangun pagi sekitar pukul 04.30 WIB. Namun hari ini ada temannya yang berusaha membangunkan karena hendak diajak aktivitas, ternyata ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi terlentang,” kata Suhartatik.

Menurut dia, tidak ada hal yang mencolok dari aktivitas Clemens sehari sebelumnya. Bahkan pada Minggu (6/9/2026) sore, korban masih terlihat beraktivitas seperti biasa.

Suhartatik menuturkan, Clemens selama tinggal di rumah kontrakan tidak pernah menyampaikan keluhan terkait kondisi kesehatannya kepada warga sekitar.

“Hari Minggu kemarin sekitar sore masih kelihatan korban. Sehari-hari bekerja sebagai sopir truk dan tinggal sendiri di rumah kontrakan. Tahu-tahu Senin pagi dikabarkan sudah meninggal. Selama bermasyarakat di sini, korban tidak pernah mengeluh sakit,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Pungging AKP Adi Herlambang mengatakan, saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah kaku. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan awal bersama tim identifikasi Satreskrim Polres Mojokerto.

Dari pemeriksaan sementara, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Clemens.

“Hasil pemeriksaan sementara dari tim identifikasi Satreskrim Polres Mojokerto tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada bagian tubuh korban,” kata Adi Herlambang.

Meski demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab meninggalnya Clemens.

Sejumlah saksi juga dimintai keterangan guna melengkapi informasi mengenai aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan saksi, Clemens diketahui beristirahat pada Minggu sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah itu, tidak diketahui adanya aktivitas lain dari korban hingga akhirnya ditemukan pada Senin pagi.

Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, jenazah Clemens kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dr. Soekandar, Mojosari, untuk menjalani proses visum.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya sopir truk asal NTT tersebut.

Sementara bagi warga sekitar, kabar itu menjadi duka sekaligus menyisakan tanda tanya. Sehari sebelumnya, Clemens masih terlihat menjalani aktivitas seperti biasa. Tak ada yang menyangka, pada Senin pagi, rutinitasnya bersama warga sekitar harus terhenti.

4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini