
bongkah.id – Bagi para penghobi, merpati hias bukan sekadar burung peliharaan. Keunikan bentuk tubuh, bulu, dan karakter setiap jenis menjadi daya tarik yang membuat mereka tekun merawat sekaligus mengoleksi burung-burung tersebut.
Kecintaan itu terlihat dalam Kontes Merpati Hias Piala Rektor Prana Satwa Brawijaya di Universitas Brawijaya, Minggu (25/10/2026). Sekitar 400 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur mempertemukan koleksi terbaik mereka dalam persaingan yang menjadi bagian dari Dies Natalis ke-64 kampus tersebut.
Eko Priyanto dari Malang tampil paling menonjol. Ia mengantarkan tujuh merpatinya meraih juara pertama di kelas berbeda, yakni Fairy Swallow, Lahore, Nun English, Turkish Takla, Songkop, Frill Back, dan Pajer.
Capaian itu menempatkan Eko sebagai peserta dengan gelar juara I terbanyak. Keberhasilannya juga memperlihatkan beragamnya jenis merpati yang menjadi bagian dari dunia hobi ini.
Persaingan ketat datang dari Nayra Farm Kediri yang membawa pulang enam gelar juara pertama. Koleksi Old German Cropper meraih Best of the Best (BOB) II, sedangkan Spanish Chorrera menempati BOB III.
Gelar BOB I diraih Momo Pigeon Susimojo melalui merpati jenis Show King warna bebas. Momo juga memenangkan tiga kelas Show King lainnya, yakni hitam, putih, dan tiger.
Kategori BOB menjadi puncak persaingan. Para merpati harus lebih dahulu menjadi juara di kelas masing-masing sebelum dipertemukan kembali untuk menentukan tiga koleksi terbaik dari 43 kelas yang dilombakan.
Presiden Indonesian Fancy Pigeon Community (IFPC), Binar Bintang Ananta, mengatakan kontes tersebut diikuti sekitar 400 peserta. Ia menilai kerja sama dengan Universitas Brawijaya menjadi kesempatan untuk mengenalkan beragam jenis merpati hias kepada mahasiswa sekaligus memperluas jaringan komunitas.
Dekan Fakultas Peternakan UB, Muhammad Halim Natsir, bahkan membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan memanfaatkan laboratorium dan teknologi kampus untuk mendukung pengembangan hobi satwa.
Bagi komunitas penghobi, kontes seperti ini memberi ruang untuk mempertemukan kecintaan terhadap merpati dengan kesempatan berbagi pengetahuan. Trofi memang menjadi sasaran persaingan, tetapi pertemuan antarpenghobi juga membuka jalan bagi berkembangnya komunitas merpati hias. (sutejo)





























