Kapolres Mojokerto AKBP Raden Erik Bangun Prakasa bersama jajaran Pejabat Utama Polres Mojokerto tiba di Pondok Pesantren Nurul Islam 2, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, dan disambut ribuan santri, Kamis (15/10/2026).

bongkah.id – Kapolres Mojokerto AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengingatkan ribuan santri dan santriwati Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) 2 Mojokerto agar tidak mudah percaya dan ikut menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Pesan ini disampaikan di tengah maraknya peredaran informasi bohong atau hoaks di ruang digital.

Peringatan tersebut disampaikan Erik saat bersilaturahmi dengan keluarga besar Ponpes Nuris 2 di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/10/2026). Dalam kunjungan itu, Kapolres hadir bersama jajaran pejabat utama Polres Mojokerto dan disambut ribuan santri di halaman pesantren.

ads

Di hadapan para santri, Erik menekankan pentingnya kemampuan menyaring informasi sebelum mempercayai atau membagikannya kepada orang lain. Menurutnya, kemudahan mengakses informasi harus diimbangi dengan sikap kritis agar masyarakat tidak terjebak dalam penyebaran berita yang belum terverifikasi.

“Saya juga mengingatkan agar santri dan santriwati di sini dapat menyaring berita, di mana sekarang banyak berita hoaks beredar di masyarakat. Jangan mudah percaya dan jangan mudah menyebar berita yang belum jelas kebenarannya,” kata Erik.

Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian Kapolres dalam membangun kedekatan dengan kalangan pendidikan, khususnya pesantren. Santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama dan pengetahuan umum, tetapi juga perlu memiliki kecakapan dalam menghadapi arus informasi yang terus berkembang.

Erik mengaku terkesan melihat semangat para santri Nuris 2 yang mempelajari ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan umum. Ia berharap para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang berpengetahuan luas, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Kemampuan memilah informasi menjadi penting agar para santri tidak sekadar menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menilai kebenaran dan sumber berita sebelum mengambil sikap.

Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Karena itu, kebiasaan memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyebaran hoaks.

Selain persoalan informasi digital, Kapolres juga mengingatkan para santri agar menjauhi narkoba dan menolak segala bentuk perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan.

Ia meminta para santri menjaga budaya saling menghormati serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, bukan kekerasan.

“Kami juga menyoroti kekerasan di lingkungan kita, tetapi saya bersyukur bahwa tidak ada kejadian kekerasan di Ponpes Nurul Islam ini. Tolong jaga terus budaya saling menghormati, jangan ada bullying di antara santri. Kalau ada masalah, selesaikan dengan musyawarah,” ujarnya.

Kunjungan tersebut juga menjadi ajang mempererat komunikasi antara kepolisian dan kalangan pesantren. Pendiri Ponpes Nuris 2 Mojokerto, Dr. KH. Ahmad Siddiq, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolres beserta jajarannya.

Ahmad Siddiq menilai sinergi ulama dan umara diperlukan untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Ia menyebut pesantren berperan mengajak masyarakat pada kebaikan, sedangkan kepolisian menjalankan fungsi menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah pelanggaran hukum.

“Dunia pesantren mengambil peran amar makruf, serta rekan-rekan Polri mengambil peran nahi mungkarnya, sehingga kita harus bersinergi untuk membangun negeri ini,” tuturnya.

Sementara itu, Erik berharap hubungan baik antara Polres Mojokerto dan lembaga pendidikan keagamaan dapat terus terpelihara. Menurutnya, keterlibatan tokoh agama dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Melalui silaturahmi tersebut, pesan tentang literasi informasi, bahaya narkoba, dan pencegahan perundungan diharapkan dapat menjadi perhatian bersama dalam mendampingi generasi muda menghadapi tantangan zaman.

2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini