Operator judi online ditangkap jajaran kepolisian di komplek perumahan AD, Cijantung, kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (4/10/2026).

bongkah.id – Persembunyian yang dianggap aman adalah tempat di lingkungan aparat negara atau kompleks hunian petugas negara karena dianggap sulit ditembus aparat keamanan. Namun kali ini, perhitungan itu meleset.

Sebuah rumah di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, justru diduga menjadi tempat operasional judi online (judol).

ads

Yang membongkar aktivitas mencurigakan itu bukan operasi besar yang sejak awal memburu jaringan judol, melainkan laporan warga.

Kasus ini terungkap pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Lokasinya berada di Jalan Sederhana 7, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo.

Kecurigaan warga muncul karena aktivitas di dalam rumah dinilai tidak lazim. Ketika video kondisi ruangan kemudian beredar di media sosial, terlihat sejumlah orang berada di tengah deretan komputer.

Dari situlah perhatian publik tertuju pada rumah yang berada di lingkungan Kimolek Perumahan Angkatan Darat ( KPAD) tersebut.

Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono membenarkan adanya penindakan. Menurut dia, pengungkapan berawal dari laporan dan kepedulian masyarakat.

“Pengungkapan tersebut berawal dari laporan dan kepedulian warga yang mencurigai adanya aktivitas tidak wajar di salah satu rumah di lingkungan tersebut,” kata Donny, Kamis (8/10/2026).

Aparat Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan kemudian mendatangi lokasi. Sebanyak 11 orang diamankan.

Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan. Seluruhnya merupakan warga sipil dan selanjutnya dibawa ke Denpom untuk menjalani pemeriksaan serta pendalaman.

Barang yang diamankan cukup banyak. Ada 32 unit komputer PC, 14 telepon seluler dan sembilan KTP.
Lokasi juga diamankan dan dipasang garis polisi. Aliran listrik dipadamkan untuk kepentingan pemeriksaan.

Kasus ini menarik bukan semata karena 11 orang diamankan. Pertanyaan yang lebih besar adalah bagaimana sebuah rumah di kompleks hunian TNI bisa digunakan untuk aktivitas yang diduga berkaitan dengan judi online?.

Informasi yang beredar menyebut rumah tersebut merupakan rumah dinas Kasi Intel Gartap 1 Jakarta, Letkol Inf Arman Jab yang disewakan kepada pihak lain.

Namun informasi mengenai status rumah dan pihak yang menyewakan maupun menyewa masih harus diklarifikasi serta dibuktikan melalui pemeriksaan resmi. Begitu pula dengan dugaan keterlibatan pihak tertentu.

Sampai saat ini belum ada dasar untuk menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut sebelum proses pemeriksaan selesai.

Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Pasar Rebo AKP Lilik Budiyanto menyatakan penggerebekan itu bukan dilakukan Polsek Pasar Rebo maupun Polres Metro Jakarta Timur.

“Saya belum monitor, bukan dari kami,” ujar Lilik, Rabu (7/10/2026). Dia menduga penindakan dilakukan tim khusus dari jajaran Polda Metro Jaya.

Di tengah marakpraktik judi online, kasus Cijantung menunjukkan satu hal penting, aktivitas yang tersembunyi tetap membutuhkan lingkungan sekitar yang peka.

Warga yang melihat sesuatu yang tidak biasa menjadi mata pertama yang membuka jalan bagi aparat.

Kini penyidik memiliki pekerjaan yang lebih panjang. Sebelas orang yang diamankan perlu diperiksa untuk mengetahui peran masing-masing.

Puluhan komputer dan telepon seluler juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengurai jaringan yang lebih besar.

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan tidak akan membiarkan laporan dugaan pelanggaran berhenti begitu saja.

“Pokoknya, kalau ada laporan, kamu pasti tindak tegas. Kami pasti respons cepat,” kata Maruli, Rabu (7/10/2026).

Pesannya jelas: lingkungan yang dianggap aman bukan berarti kebal dari pemeriksaan.

Dan dalam kasus Cijantung, justru laporan warga yang membuat dugaan markas judi online itu tidak lagi tersembunyi.

13

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini