
bongkah.id – Bagaimana jika hutan bukan sekadar pepohonan, potret diri bukan hanya soal wajah, dan pulang bukan semata-mata kembali ke sebuah tempat?
Pertanyaan semacam itu membawa penikmat seni memasuki dunia tiga perupa kontemporer, Gabriel Eva, Zeta Ranniry Abidin, dan Nana Yap. Melalui pendekatan artistik yang berbeda, mereka mengolah pengalaman personal menjadi bahasa visual yang mengajak orang melihat lebih jauh daripada apa yang tampak di atas kanvas.
Ketiganya akan berbagi cerita dalam Wicara Seniman bertajuk Seni Lukis Saya: Apa dan Bagaimana di ajang ARTSUBS 2026, Surabaya, Sabtu (24/10/2026). Sesi yang dimoderatori kurator Nirwan Dewanto ini berlangsung pukul 15.00–17.00 WIB di Selasar Balai Budaya, lantai 2 Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo Nomor 15, Surabaya.
Pertemuan tersebut tidak hanya menyoroti hasil akhir sebuah lukisan, tetapi juga gagasan, pilihan teknik, dan pengalaman yang membentuk karya masing-masing seniman.
Gabriel Eva: Menemukan Ruang Batin di Balik Lanskap Hutan

Bagi Gabriel Eva, alam bukan sekadar pemandangan untuk dilukis. Pepohonan, bunga, rerumputan, dan lanskap menjadi pintu masuk untuk menelusuri emosi, ingatan, serta ruang kontemplasi diri.
Ketertarikan itu tumbuh dari pengalaman langsung berinteraksi dengan alam, termasuk kegemarannya mendaki. Sejak 2020, Gabriel mendalami seni lukis secara otodidak setelah sebelumnya berkecimpung di dunia fashion sebagai desainer kostum dan pengembang pakaian anak.
Pengalaman di bidang fashion membentuk kepekaannya terhadap warna, tekstur, bentuk, dan komposisi. Dalam seni lukis, kepekaan tersebut berkembang melalui medium akrilik dan pendekatan impresionistik yang mengutamakan suasana serta kesan emosional.
Di ARTSUBS 2026, praktik artistiknya bersinggungan dengan dunia imajinatif Alice in Wonderland, lanskap hutan, dan keheningan sebagai ruang untuk mengolah kondisi batin.
Dengan pendekatan ini, alam tidak berhenti sebagai objek representasi. Ia menjadi bahasa visual yang memungkinkan pengalaman personal hadir tanpa harus selalu dijelaskan melalui kata-kata.
Karya Gabriel telah dipresentasikan dalam sejumlah pameran, termasuk Genealogy di Jakarta, Access Art Platform di Kuala Lumpur, dan Art Jakarta Gardens pada 2026.
Zeta Ranniry Abidin: Ketika Potret Diri Bertemu Budaya Pop Korea

Jika Gabriel menjadikan alam sebagai ruang refleksi, Zeta Ranniry Abidin berangkat dari dirinya sendiri.
Zeta mengembangkan lukisan bercorak realisme fotografis dengan pendekatan autobiografis. Ia menempatkan citra dirinya sebagai subjek utama, kemudian mempertemukannya dengan berbagai objek, ruang, dan ikon budaya populer, khususnya budaya pop Korea.
Perpaduan tersebut menghadirkan pertanyaan tentang identitas: bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri, pengalaman apa yang membentuknya, dan bagaimana budaya populer ikut memengaruhi cara seseorang membangun citra diri?
Potret dalam karya Zeta karena itu tidak sekadar menghadirkan kemiripan wajah. Ia menjadi medium untuk merangkai pengalaman personal dan dinamika psikologis dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut juga mempertemukan dunia yang terasa pribadi dengan simbol budaya yang dikenal luas, terutama oleh generasi muda.
Perjalanan artistik Zeta telah membawanya ke sejumlah pameran, termasuk ARTJOG 2023 melalui karya Chasing My Crown. Ia juga pernah menggelar pameran tunggal The Miracle of Selftalk dan Re di Surabaya pada 2022.
Pada 2023, Zeta masuk nominasi Young Artist Award ARTJOG dan meraih Juara Ketiga kategori Emerging Artist dalam 13th UOB Painting of the Year.
Nana Yap: Pulang sebagai Pencarian Identitas

Persoalan berbeda hadir dalam praktik seni Nana Yap. Melalui mixed media dan gestur simbolis, ia merespons pengalaman perempuan keturunan Tionghoa-Indonesia dalam mencari makna “pulang”.
Pulang dalam konteks ini menjadi tema yang membuka ruang tafsir tentang hubungan seseorang dengan identitas, pengalaman hidup, dan rasa memiliki. Gagasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tempat, tetapi juga dengan proses memahami diri dan menemukan hubungan dengan lingkungan sekitarnya.
Praktik Nana lebih luas daripada satu persoalan identitas. Ia mengeksplorasi hak asasi manusia, relasi antara tubuh dan alam, kesadaran, serta siklus kehidupan—mulai dari kelahiran, pelapukan, hingga regenerasi.
Bentuk-bentuk organik dan komposisi yang mengalir menjadi bagian dari upayanya membangun ruang kontemplatif. Seni baginya juga berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, refleksi diri, dan keterlibatan sosial.
Latar belakang Desain Komunikasi Visual di Universitas Kristen Petra Surabaya dan Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada turut membentuk perjalanan kreatifnya. Nana juga memperdalam praktik seni terapeutik melalui pelatihan di bidang art therapy, art life coaching, dan praktik artistik meditatif.
Sebagai pendiri dan direktur Daun Art Studio, ia turut mendorong terbentuknya komunitas seni yang inklusif. Karyanya telah tampil dalam sejumlah pameran, antara lain Unfolding Horizons (2025), Art Jakarta Papers (2026), dan Empty Space di NIMCA Museum, Yogyakarta (2026).
Tiga Pendekatan, Satu Ruang untuk Memahami Seni
Pertemuan Gabriel, Zeta, dan Nana memperlihatkan bahwa seni lukis kontemporer dapat berangkat dari sumber yang sangat berbeda. Alam dan keheningan menjadi jalan bagi Gabriel untuk menelusuri ruang batin. Potret diri dan budaya pop menjadi bahasa Zeta dalam membicarakan identitas. Sementara Nana menggunakan simbol dan beragam material untuk menyelami pengalaman, rasa memiliki, serta makna pulang.
Ketiganya menunjukkan bahwa proses berkarya tidak berhenti pada kemampuan mengolah medium atau menghasilkan gambar yang menarik. Ada gagasan dan pengalaman yang menentukan mengapa sebuah karya mengambil bentuk tertentu.
Melalui Wicara Seniman Seni Lukis Saya: Apa dan Bagaimana, ARTSUBS 2026 menghadirkan kesempatan bagi publik untuk memahami hubungan antara ide, teknik, dan bahasa visual dalam praktik seni kontemporer.
Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 15.00–17.00 WIB di Selasar Balai Budaya, lantai 2 Balai Pemuda, Surabaya, dengan Nirwan Dewanto sebagai moderator.





























