
bongkah.id – Suasana kuliner malam di sepanjang Jalan Empunala, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, berubah mencekam setelah sekelompok pemotor menyerang sejumlah angkringan pada Minggu (18/10/2026) dini hari.
Pedagang dan pengunjung menjadi korban aksi kekerasan yang melibatkan senjata tajam dan benda tumpul.
Polres Mojokerto Kota bergerak memburu para pelaku. Hingga Selasa (20/10/2026) pagi, sebanyak 21 orang terduga pelaku berhasil diamankan.
Polisi juga memburu dua orang lainnya yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO).
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Dody Munandar mengungkapkan, para terduga pelaku diduga telah menyiapkan alat untuk menyerang korban sebelum melakukan konvoi sepeda motor.
“Mereka awalnya berkumpul di salah satu titik tempat kumpul, kemudian konvoi mengendarai motor dengan sudah menyiapkan alat yang digunakan untuk melakukan aksi penganiayaan terhadap calon korbannya,” jelas Dody saat konferensi pers di Aula Prabu Hayam Wuruk, Mapolres Mojokerto Kota.
Menurut Dody, kelompok tersebut menggunakan nama ‘AH’MBALELO ANTI KEWAN KOTA’ dan ‘PERBATASAN ANTI KIREK’.
Akibat serangan itu, tiga orang mengalami luka sayatan senjata tajam. Mereka masing-masing berinisial MRR (19), warga Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto; SN (23), warga Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto; serta ODF (32), warga Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.
Polisi Sita Celurit hingga Pipa Besi Berantai
Dalam pengungkapan kasus penyerangan angkringan di Jalan Empunala tersebut, polisi menyita empat celurit, sepasang pipa besi berantai atau ruyung, satu sepeda motor Yamaha NMax tanpa nomor polisi, pecahan batu bata merah, serta sejumlah pakaian yang diduga dikenakan saat kejadian.
Dari 21 orang yang diamankan, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni TD (20), warga Dawarblandong; MK (17), warga Kranggan; dan FR (16), warga Prajurit Kulon. Dua tersangka terakhir masih berusia anak.
Ketiganya dijerat dengan pasal-pasal dalam KUHP sebagaimana disampaikan kepolisian, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap peran masing-masing terduga pelaku dan mengejar dua orang yang belum tertangkap.
Pengungkapan ini menjadi langkah penting untuk memulihkan rasa aman pedagang kaki lima dan pengunjung yang beraktivitas pada malam hari di kawasan kuliner Kota Mojokerto.





























