bongkah.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan santunan Rp10 juta untuk keluarga masing-masing korban meninggal dunia dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan belasungkawa atas gugurnya empat orang yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran tersebut.
Santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga yang ditinggalkan. Meski tidak dapat menggantikan kehilangan orang tercinta, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga korban.
Berdasarkan laporan sejumlah media, jumlah korban meninggal dunia bertambah dari tiga menjadi empat orang setelah seorang korban yang sebelumnya mengalami luka bakar serius akhirnya meninggal dunia.
Keempat korban terdiri atas dua petugas Balai Besar TNBTS, Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata, serta dua pekerja hotel, Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19). Mereka terlibat dalam upaya penanganan kebakaran di kawasan Pusung Lingker dan sekitarnya.
Enam orang dilaporkan terjebak dalam kebakaran yang terjadi pada Kamis (15/10/2026). Pada laporan awal, tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar.
Namun, jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat setelah Hendra Rony Wagiyanata, salah seorang petugas yang mengalami luka bakar, meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Korban terdiri dari petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), sekuriti hotel, dan unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Polisi masih mendalami penyebab kebakaran dan rangkaian peristiwa yang membuat enam orang tersebut terjebak.






























