Sejumlah petugas berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.

bongkah.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur. Hingga Minggu (18/10/2026), empat wilayah masih mengalami kebakaran dengan total luas area terdampak sementara mencapai 75,37 hektare.

Angin kencang, medan terjal, serta lokasi titik api yang sulit dijangkau menjadi kendala utama petugas dalam memadamkan kebakaran.

ads

Di sejumlah kawasan, api merambat melalui vegetasi ilalang dan semak belukar, sehingga upaya pengendalian harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyebutkan, empat wilayah yang masih mengalami karhutla meliputi kawasan Gunung Bromo di Kabupaten Pasuruan, Gunung Sigiran di Kabupaten Mojokerto, Gunung Ringgit di Kabupaten Pasuruan, serta Tamankursi di Kabupaten Situbondo.

Angin Kencang Hambat Pemadaman di Bromo

Di kawasan Gunung Bromo, kebakaran yang semula terpantau di area Bukit Kembang meluas hingga wilayah Penanjakan, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Tim gabungan mengerahkan satu unit truk pemadam kebakaran dan satu mobil tangki air untuk mendukung pemadaman. Namun, angin kencang membuat api berpotensi cepat menjalar ke area lain.

“Api saat ini berada di wilayah Penanjakan Kecamatan Tosari. Tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan satu unit truk damkar dan satu unit mobil tangki air,” kata Gatot kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).

BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Dukungan logistik juga disiapkan untuk menunjang operasi pemadaman.

Kebakaran di kawasan Bromo menjadi perhatian serius setelah rangkaian kebakaran sebelumnya di wilayah tersebut menelan empat korban jiwa.

Kondisi ini mempertegas bahwa penanganan karhutla bukan sekadar persoalan menjinakkan api, tetapi juga menjaga keselamatan petugas dan masyarakat.

Api Merambat di Pegunungan Mojokerto

Ancaman serupa terjadi di atas kawasan Surga Cendono, wilayah Gunung Sigiran, Desa Begaganlimo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Menurut Gatot, titik api telah menjalar ke Putuk Kencur, Putuk Duro, Putuk Sembung, hingga Gunung Kukusan. Tim gabungan berupaya memadamkan api di lokasi yang masih dapat dijangkau melalui jalur darat. Petugas juga membuat ilaran dan sekat bakar untuk menghambat pergerakan api menuju area lain.

Medan curam dan sulitnya akses menjadi kendala utama. Pemadaman manual tidak dapat dilakukan secara menyeluruh karena sejumlah titik api berada di lokasi yang berisiko dijangkau personel.

Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada korban jiwa yang dilaporkan di kawasan Gunung Sigiran. Luas area yang terbakar masih dalam pendataan, sementara vegetasi yang terdampak meliputi ilalang dan semak belukar.

Personel BPBD Jatim, BPBD Mojokerto, dan tim Taman Hutan Raya (Tahura) terus memantau perkembangan titik api serta melanjutkan pemadaman pada lokasi yang memungkinkan.

Gunung Ringgit dan Situbondo Masih Terbakar

Karhutla juga masih terjadi di Gunung Ringgit, Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Posisi api di balik puncak Gunung Ringgit dan kondisi medan yang terjal menyulitkan petugas melakukan pemadaman secara langsung.

Tim gabungan mengoptimalkan penggunaan peralatan darat, termasuk gepyok, untuk memukul dan memadamkan api di titik yang dapat dijangkau.

Penyisiran dilakukan secara intensif untuk mengamankan kawasan rawan dan mencegah api meluas.

Sementara itu, kebakaran di Tamankursi, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, juga masih dalam pemantauan.

Berdasarkan pemantauan melalui sistem SiPongi, terdeteksi 13 titik panas (hotspot) di wilayah tersebut. Kepulan asap masih terlihat di lokasi yang jauh dari permukiman dan sulit dijangkau melalui jalur darat.

BPBD Jatim bersama BPBD Situbondo melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Tim gabungan melanjutkan pemantauan dari jarak jauh sembari mempertimbangkan langkah penanganan yang aman.

Mencegah Lebih Penting

Meluasnya karhutla di sejumlah pegunungan Jawa Timur menunjukkan pentingnya deteksi dini, pemantauan titik panas, serta kesiapsiagaan petugas selama musim kemarau.

Selain pemadaman, pembuatan sekat bakar dan pengawasan kawasan rawan menjadi bagian penting untuk menahan penjalaran api.

Masyarakat juga perlu menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah atau membuka lahan dengan api.

Dalam situasi ketika akses menuju sumber kebakaran terbatas, pencegahan menjadi langkah yang tidak kalah penting dibandingkan pemadaman.

Api yang terdeteksi sejak awal berpeluang lebih mudah dikendalikan sebelum meluas ke kawasan hutan yang lebih sulit dijangkau.

5

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini