Perry Warjiyo, Gubernur BI ke-16 pada 23 Mei 2018 resmi mengundurkan diri per 25 Juli 2026.

bongkah.id – Kejutan datang dari Bank Indonesia (BI). Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026, meski masa jabatannya sejatinya masih berlangsung hingga 2028. Pengunduran diri tersebut diklaim dilakukan secara sukarela dengan alasan pribadi.

Kabar itu diumumkan dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026), yang dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bersama jajaran Dewan Gubernur BI.

ads

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan, surat pengunduran diri Perry telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

“Pengunduran diri Saudara Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia dilakukan secara sukarela karena alasan pribadi pada tanggal 25 Juli 2026,” ujar Destry.

Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah beberapa kali diubah, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), Dewan Gubernur BI dalam rapat pada 26 Juli 2026 menetapkan Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia.

Penunjukan tersebut dilakukan agar roda organisasi dan pelaksanaan kebijakan bank sentral tetap berjalan tanpa kekosongan kepemimpinan.

Destry menegaskan pergantian pimpinan tidak akan mengganggu pelaksanaan tugas Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan nasional.

“Bank Indonesia akan senantiasa memastikan keberlangsungan tugas dan wewenangnya untuk mencapai stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Dia juga memastikan BI tetap mengedepankan tata kelola kelembagaan yang profesional dan terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjalankan kebijakan ekonomi nasional.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo dan akan memprosesnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Meski alasan resmi yang disampaikan hanya “alasan pribadi”, sejumlah sumber menyebut pengunduran diri Perry berkaitan dengan kondisi kesehatannya. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai hal tersebut.

Sosok Perry Warjiyo

Mundurnya Perry Warjiyo menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu ekonom paling berpengaruh di Indonesia.

Lahir di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1959, Perry mengabdikan hampir seluruh karier profesionalnya di Bank Indonesia.

Ia memulai karier sebagai staf BI pada Januari 1984 dan terus menapaki berbagai posisi strategis, mulai dari Staf Gubernur, Kepala Biro Gubernur, Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial, hingga Direktur Eksekutif South East Asia Voting Group di International Monetary Fund (IMF).

Perry juga dikenal sebagai akademisi. Setelah meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 1982, ia melanjutkan studi ke Iowa State University, Amerika Serikat, hingga memperoleh gelar Master of Science dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang ekonomi moneter dan internasional.

Pada 2013, Perry dipercaya menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia sebelum akhirnya dilantik sebagai Gubernur BI ke-16 pada 23 Mei 2018.

Di bawah kepemimpinannya, BI menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari tekanan ekonomi global, pandemi Covid-19, gejolak inflasi dunia, hingga transformasi digital sistem pembayaran nasional.

Kini, tongkat estafet kepemimpinan sementara berada di tangan Destry Damayanti, ekonom senior yang telah berpengalaman di sektor perbankan, pasar keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga Bank Indonesia.

Destry diharapkan mampu menjaga kesinambungan kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi nasional selama proses penetapan gubernur definitif berlangsung.

4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini