Permukaan lumpur Lapindo meluap hingga hampir mencapai bibir tanggul.

bongkah.id – Tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 71, kondisinya kritis. Lokasi itu di perbatasan Kelurahan Siring, Kecamatan Porong dan Kelurahan Ketapang Keres, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Dalam dua hari terakhir, warga menyaksikan permukaan lumpur yang terus meninggi hingga hanya menyisakan jarak puluhan sentimeter dari puncak tanggul.

ads

Bagi sebagian orang, angka 60 hingga 70 sentimeter mungkin terlihat masih cukup aman. Namun bagi warga yang setiap hari hidup berdampingan dengan kawasan penampungan lumpur, jarak itu terasa begitu dekat dan memunculkan kembali ingatan akan peristiwa yang membuat trauma warga.

Sastro, warga setempat yang juga pemandu wisata Lumpur Lapindo, mengaku kondisi tersebut membuat banyak warga waswas.

Dari pengamatannya, permukaan lumpur kini hampir menyentuh bibir tanggul.

“Kalau melihat kondisi sekarang memang mengkhawatirkan. Permukaan lumpur sudah sangat dekat dengan bibir tanggul. Ini sudah berlangsung sekitar dua hari terakhir,” ujar Sastro, Jumat (12/6/2026).

Tanggul yang berada di sisi timur Tol Porong itu diduga mengalami penurunan tanah. Di saat yang sama, Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) diketahui tengah melakukan peninggian tanggul sebagai langkah antisipasi.

Meski pekerjaan tersebut berlangsung, keresahan warga belum sepenuhnya mereda. Pasalnya, titik 71 berada tidak jauh dari sejumlah infrastruktur penting yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat.

“Kalau sampai terjadi sesuatu, yang terancam bukan hanya area penampungan lumpur, tetapi juga rel kereta api dan Jalan Raya Porong lama yang berada di sekitar kawasan ini,” kata Sastro.

Di tengah upaya pengurangan volume lumpur melalui pengaliran ke Sungai Porong, warga berharap kondisi di lapangan benar-benar terkendali. Sebab menurut mereka, ketinggian lumpur di area penampungan masih terlihat sangat tinggi.

“Memang sudah mulai dialirkan ke Sungai Porong, tetapi kondisi tanggul di sini masih membuat warga khawatir karena permukaan lumpurnya tetap tinggi,” imbuhnya.

Kekhawatiran itu muncul bukan tanpa alasan. Bagi warga Porong, kenangan tentang jebolnya tanggul pada masa awal bencana Lumpur Lapindo masih membekas kuat.

Pada akhir 2006, tanggul penahan lumpur di kawasan belakang Koramil Porong mengalami kerusakan yang berujung pada jebolnya tanggul pada 9 November 2006.

Saat itu, lumpur panas meluap ke kawasan permukiman dan area yang berbatasan langsung dengan rel kereta api. Peristiwa tersebut menjadi salah satu fase paling krusial dalam sejarah bencana Lumpur Lapindo dan berujung pada tenggelamnya sejumlah kawasan secara permanen.

2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini