
bongkah.id – Rumah Sakit Daerah (RSD) Prof. Dr. Mulyono Surabaya mencatat peningkatan signifikan kasus percobaan mengakhiri hidup yang melibatkan anak muda berusia 20–30 tahun dalam beberapa bulan terakhir.
Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi keluarga, sekolah, kampus, hingga tempat kerja untuk semakin peduli terhadap kesehatan mental generasi muda.
Direktur RSD Prof. Dr. Mulyono Surabaya, drg. Vitria Dewi, mengungkapkan bahwa tren kasus yang sebelumnya hanya muncul sesekali pada akhir pekan kini berubah menjadi hampir terjadi setiap hari.
“Pada Mei dan Juni, rata-rata kami menerima satu pasien setiap hari. Dalam satu bulan jumlahnya bisa mencapai sekitar 30 kasus. Sebelumnya, kasus seperti ini umumnya hanya muncul pada Sabtu atau Minggu,” ujar Vitria, dilansir kompas.com, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, seluruh pasien tersebut merupakan korban percobaan mengakhiri hidup yang masih dapat diselamatkan setelah mendapatkan penanganan medis.
Bentuk tindakan yang dilakukan pun beragam, mulai dari upaya melompat hingga melukai diri sendiri (self-harm).
Vitria menjelaskan, sebagian besar pasien datang dengan latar belakang tekanan psikologis yang berat. Tekanan tersebut tidak hanya berasal dari diri sendiri, tetapi juga dipengaruhi lingkungan sekitar.
“Ini menjadi alarm bagi lingkungan pendidikan, lingkungan pergaulan, tempat kerja, dan terutama keluarga agar lebih peka terhadap kondisi emosional anak-anak muda,” katanya.
Berdasarkan hasil asesmen rumah sakit, tekanan yang paling sering dialami pasien justru berasal dari lingkungan keluarga. Meski dari luar tampak harmonis, tidak sedikit keluarga yang mengalami kesenjangan komunikasi antara orang tua dan anak.
Perbedaan harapan, tuntutan akademik yang tinggi, hingga sulitnya menerima kondisi masing-masing menjadi faktor yang kerap memicu tekanan emosional berkepanjangan.
Setiap pasien yang datang ke rumah sakit akan menjalani asesmen menyeluruh oleh tenaga kesehatan untuk menentukan langkah penanganan, termasuk pendampingan psikologis dan psikiatris sesuai kebutuhan.
Peningkatan kasus ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Dukungan keluarga, sahabat, guru, maupun rekan kerja dapat menjadi faktor penting dalam mencegah seseorang mengambil keputusan yang membahayakan dirinya.
Butuh Bantuan?
Jangan hadapi sendirian apabila Anda atau orang terdekat sedang mengalami tekanan emosional, depresi, atau muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri, segeralah mencari bantuan profesional.
Layanan konseling dan informasi kesehatan jiwa dapat diakses melalui Into The Light Indonesia di:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
Mencari bantuan adalah langkah berani. Selalu ada orang yang siap mendengarkan dan membantu Anda melewati masa sulit.





























