
bongkah.id – Deretan kursi taman baru kini menghiasi sudut-sudut Alun-Alun Sidoarjo. Sebagian menghadap area bermain anak, sebagian lain berada di bawah rindangnya pepohonan yang mulai ramai dipadati warga menjelang sore hari.
Bagi pengunjung, kursi-kursi itu mungkin terlihat sederhana. Namun di tengah ramainya aktivitas warga setiap akhir pekan, kehadiran tempat duduk menjadi fasilitas yang paling sering dicari.
Orang tua menunggu anak bermain, lansia beristirahat selepas berjalan santai, hingga remaja yang duduk berlama-lama menikmati suasana pusat kota.
Sebanyak 30 unit kursi taman tersebut merupakan bantuan corporate social responsibility (CSR) dari Bank Jatim kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Seluruh kursi kini telah dipasang dan siap digunakan masyarakat.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, fasilitas publik yang sudah dibangun harus dijaga bersama agar tetap nyaman digunakan warga.
“Berbagai fasilitas yang ada, yang sudah bagus ini, harus kita jaga bersama. Kebersihan dan ketertiban harus dirawat agar alun-alun tetap nyaman digunakan masyarakat,” ujar Subandi saat menerima bantuan CSR, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi bagian penting dalam mempercantik sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik di Kota Delta.
Namun ia juga menekankan seluruh bantuan hibah maupun CSR harus tercatat secara transparan dan akuntabel.
Revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo dalam beberapa waktu terakhir memang membuat kawasan itu semakin hidup. Ruang terbuka yang dulu hanya menjadi tempat singgah, kini berubah menjadi titik berkumpul favorit warga.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo Arif Mulyono menyebutkan, lonjakan jumlah pengunjung terlihat jelas terutama saat akhir pekan.
Pada hari biasa, rata-rata pengunjung mencapai sekitar 350 orang per hari. Namun saat akhir pekan pada Sabtu malam, jumlahnya bisa menyentuh 3.000 orang. Sementara pada Minggu, pengunjung bahkan dapat melebihi 10.000 orang.
Tingginya aktivitas warga membuat kebutuhan fasilitas pendukung semakin penting, termasuk tempat duduk dan area istirahat. Karena itu, DLHK juga menyiagakan tim khusus untuk melakukan pemeliharaan rutin agar fasilitas di alun-alun tetap terawat.
Di tengah ramainya warga yang datang setiap pekan, 30 kursi taman baru itu bukan sekadar pelengkap ruang kota. Ia menjadi tempat singgah kecil bagi banyak cerita—tempat warga beristirahat, bercakap, dan menikmati wajah baru Alun-Alun Sidoarjo bersama-sama. (anto)




























