Para lansia asal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang lulus Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) 2023 diwisuda di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Kantor Pemkab Mojokerto, Sabtu (18/3/2023).

Bongkah.id – Total penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia meningkat dua kali lipat atau sekitar 26 juta (9,92%) dalam kurun 1971-2020. Kenaikan tersebut menempatkan RI dalam lima besar negara dengan jumlah lansia terbanyak di dunia.

Menurut data BPS tahun 2021, jumlah penduduk lansia di Indonesia telah mencapai 10,82%. Data tersebut dibeberkan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Waluyo Ajeng Lukito dalam acar wisuda 133 Lanjut Usia (Lansia) lulusan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) tahun 2023 di Kabupaten Mojokerto.

ads

“Pada tahun 2045 jumlah penduduk lansia di Indonesia diperkirakan akan mencapai seperlima dari total penduduk Indonesia sekitar 280 juta,” ujarnya.

Waluyo menjelaskan, peningkatan jumlah penduduk lansia dapat menimbulkan konsekuensi yang kompleks. Selain itu, meningkatnya jumlah penduduk lansia dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan pencapaian pembangunan manusia yaitu dengan peningkatan usia harapan hidup dari 69 tahun menjadi 72 tahun.

“Keberhasilan tersebut akan semakin berarti jika penduduk lanjut usia bisa menjadi manusia yang mandiri berkualitas dan dapat berperan dalam pembangunan. Maka untuk menyikapi kondisi tersebut, dibutuhkan suatu program pembangunan kelanjutan keusiaan yang mampu mengayomi kehidupan lansia di Indonesia,” bebernya.

Lebih lanjut, Waluyo mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupatan maupun Kota Mojokerto yang telah ikut mendukung dan mensukseskan program Selantang ini. Ia juga berharap, para wisudawan dapat memanfaatkan berbagai ilmu selama mengemban sekolah.

“Sehingga menjadi sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat hingga akhir hayatnya,” ujarnya.

133 Lansia Mojokerto Lulusan Selantang Diwisuda

Sebanyak 133 lansia lulusan Selantang yang diwisuda terdiri dari 50 wisudawan dari Kecamatan Sooko, 49 wisudawan dari Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, dan 34 wisudawan dari Kecamatan Magersari Kota Mojokerto. Wisuda yang dipimpin Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Sabtu (18/3/2023).

Program Selantang merupakan wadah peningkatan dan pengembangan dari Program Bina Keluarga Lansia (BKL) yang bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para lansia dan keluarganya. Pengetahuan fokus pada upaya meningkatkan kepedulian, kesadaran, dan tanggung jawab terhadap kewajiban membina dan meningkatkan pengetahuan para lanjut usia dalam meningkatkan ketahanan fisik dan non fisik.

Hal tersebut perlu dilakukan, karena penduduk lanjut usia menghadapi berbagai perubahan dalam hidupnya baik fisik, psikis, sosial dan ekonomi. Dengan demikian perlu kesiapan Bina Keluarga Lansia (BKL) sebagai wadah pembinaannya, yang memiliki peran untuk mewujudkan lansia yang sehat, bertakwa kepada Tuhan Yang Esa, mandiri, produktif, dan bermartabat bagi keluarga dan masyarakat.

Terdapat pula dilaksanakan Talkshow ‘Peran Lasia dalam Pencegahan Stunting’. Juga turut dihadiri Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Waluyo Ajeng Lukito, Plt. Kepala DP2KBP2 Ludfi Ariyono, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto, dr Farida Mariana, serta Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Al Barra.

Dalam sambutannya, Bupati Ikfina mengucapkan, selamat kepada para wisudawan yang telah lulus dari Selantang tahun 2023, serta dengan dilaksanakan Selantang ini, Ia menilai, dapat berdampak pada usia harapan hidup lebih panjang, serta diharapkan para wisudawan dapat membagikan berbagai pengalamannya yang tidak hanya produktif dan tangguh di usia lansia untuk para generasi muda.

“Agar para yang muda-muda itu tidak lupa untuk menjaga kesehatannya dan tidak lupa untuk mengatur pola hidupnya, karena kalau sudah kasep (terlambat) itu getun (menyesali) di belakang,” ujarnya.

Bupati Ikfina juga bersyukur, dengan dilaksanakannya Selantang ini, banyak para lansia yang masih bisa melakukan berbagai aktivitas, yang dapat memperlambat proses demensia atau kepikunan.

“Saya sedih, kalau saya keliling lewat jalan kok di depan rumah ada lansia duduk melamun lihat jalan sambil dibedaki ini tidak produktif, ketika tidak ada aktifitas, maka lansia akan mempercepat proses demensia atau pikun,” bebernya.

Ikfina mengatakan, dengan dilaksanakan Selantang ini, para lansia dapat mengontrol dirinya agar selalu dalam kondisi sehat lahir dan batin serta dapat bermanfaat untuk masyarakat hingga berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting. Ia berharap, kegiatan Selantang yang diinisiasi BKKBN Provinsi Jawa Timur tahun 2023 bisa menjadikan lansia-lansia yang tangguh.

“Bangsa ini tetap membutuhkan kehadiran dan kiprah panjenengan semuanya untuk bisa menyelesaikan permasalahan bangsa dan memberikan kemanfaatan untuk seluruh masyarakat Mojokerto Raya,” harapnya.

Pada momen itu, Bupati Ikfina juga berkesempatan memindahkan tali toga dari kiri ke kanan kepada perwakilan wisudawan Selantang tahun 2023. Serta terdapat pula penyerahan Piala Wisudawan Terbaik dan penyerahan hadiah Wisudawan terbaik oleh Waluyo Ajeng Lukito dan Shofiya Hanak Al Barra. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini