WALI Kota Mojokerto Ita Puspitasari saat mendongen tentang berdirinya Kerajaan Majapahit, di depan para siswa SD di Kota Mojokerto. Gaya mendongeng wanita yang karib dipanggil Ning Ita itu mampu memagis para siswa yang duduk melingkar didepannya. Sebab Ning Ita tidak hanya mendongeng. tapi juga melontarkan beberapa pertanyaan terkait dongeng yang dituturkan. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan, maka sebuah hadiah langsung diganjarkan oleh Ning Ita.

bongkah.id – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari diam-diam punya talenta terpendam. Istri dari Supriyadi Karima Syaiful itu piawai mendongeng, khususnya dongeng tentang sejarah. Permainan intonasi suaranya sangat piawai. Pun berkarakter. Sehingga mampu mewakili situasi dongeng, yang dipaparkan.

Kemampuan wanita yang karib dipanggil Ning Ita itu disaksikan para siswa, guru, pengurus Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) pada peringatan Hari Dongeng Internasional di Pendopo Rumah Rakyat, Jumat (19/3/2021).

Saat di depan para siswa sekolah dasar berseragam Pramuka dalam acara pagelaran seni budaya yang digelar Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto itu, Ning Ita mendongen tentang kisah berdirinya Kerajaan Majapahit.

“Pada suatu hari, Raden Wijaya menyampaikan keinginannya meminta lahan di hutan Tarik yang ada di wilayah Kediri. Hutan yang semula dipenuhi dengan tumbuhan, kini berubah menjadi pemukiman penduduk. Suatu ketika, seorang yang semangat bekerja merasakan kehausan, dia memetik dan memakan buah yang serupa dengan jeruk, tapi kulitnya lebih halus. Rupanya, buah yang pahit ini bernama Maja. Sejak saat itu, Raden Wijaya menamakan wilayah Tarik sebagai Majapahit,” kata Ning Ita.

Sementara para siswa SD yang duduk melingkar didampingi para guru, dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Yaitu Jaga jarak dan memakai masker itu, terlihat sangat menikmati dongeng yang dituturkan Ning Ita. Raut wajah para siswa terlihat antusias. Sesekali terdengar suara ketawa kecil beberapa siswa, karena melihat mimik lucu Ning Ita dalam mengekspresikan kisah dongengnya.

Suasana yang begitu meriah pada peringatan Hari Dongeng Internasional ini, membawa kebahagiaan tersendiri bagi para siswa SD yang selama ini telah menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi Covid-19.

Ketertarikan para siswa menikmati dongeng yang disampaikan Ning Ita, karena sesekali Ning Ita melemparkan pertanyaan. Para siswa pun dengan sigap menjawab. Puncaknya, Ning Ita memberikan hadiah kepada para siswa yang mampu menjawab pertanyaan.

Peringatan Hari Dongeng di Kota Mojokerto tahun 2021 ini, dikemas berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mengusung konsep pagelaran seni budaya. Para pendongeng dari kalangan pelajar hingga guru, turut meramaikan peringatan Hari Dongeng Internasional 2021, yang menyajikan berbagai cerita-cerita rakyat maupun fiksi menarik. Lengkap dengan atribut dan alat peraga pendukung. Tak pelak lagi, penampilan pada parade dongeng itu berhasil mencuri perhatian Ning Ita. Demikian pula para tamu undangan, baik secara langsung maupun daring.

“Dongeng itu kan bagian dari kebudayaan yang saat ini sedikit terdegradasi. Artinya, dengan moment ini, kita mengingatkan kembali, bahwa dongeng itu masih layak dituturkan. Masih memiliki nilai untuk terus kita budayakan di era kekinian, meski dengan metode yang berbeda,” kata Ning Ita.

“Apapun metodenya dalam mendongeng. Secara yang konvensional atau menggunakan teknologi informasi, yang penting substansi dari dongeng itu mampu menyampaikan pesan-pesan moral kepada anak-anak melalui sebuah cerita. Pesan-pesan moral yang disampaikan lewat dongen, secara psikologis akan tertanam lebih kuat dalam pikiran anak-anak,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Ning Ita juga memberikan apresiasi. Penghargaan kepada keluarga almarhum tokoh penulis cerita dongeng Kota Mojokerto. Penghargaan itu diberikan kepada perwakilan keluarga almarhumah Ismaniasita dan almarhum Trio F. Rony.

“Berkat cerita dongeng Kota Mojokerto yang ditulis oleh keduanya, anak-anak generasi sekarang bisa mengetahui cerita budaya Kota Mojokerto yang selama ini belum pernah diketahui,” ujar Ning Ita.

Sementara Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerwo Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, peringatan Hari Dongeng Internasional menjadi salah satu agenda penting. Sudah direncanakan untuk digelar rutin setiap tahun, dalam kegiatan DKD Kota Mojokerto.

“Agenda kegiatan ini merupakan event pertama DKD, setelah dilantik Ning Ita. Agenda ini akan menjadi agenda tahunan. Ke depan, akan ada lebih banyak lagi agenda yang kita untuk melestarikan dan memajukan budaya, khususnya Mojopahit,” katanya. (bid-2a)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here