PELEPASAN 150 ekor tukik (anak penyu laut) dilaksanakan di Perairan Pantai Pesanggrahan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, setelah prajurit Marinir TNI AL dan USM selesai mengikuti upacara penutupan latihan bersama bersandi Reconex 21-II di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir 7 Lampon, Pesanggaran, Banyuwangi, Rabu (16/6/2021). (dok. Dispen Kormar)

bongkah.id – Sebanyak 150 ekor tukik (anak penyu laut) dilepas prajurit Intai Amfibi Marinir TNI AL dan Amerikat Serikat, Rabu (16/6/2021). Acara yang digelar di Perairan Pantai Pesanggrahan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, itu mengakhiri latihan perang bersama bersandi Reconex 21-II.

Pelepasan tukik itu dilaksanakan, setelah prajurit Marinir kedua negara mengikuti upacara penutupan latihan bersama di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir 7 Lampon, Pesanggaran, Banyuwangi. Upacara penutupan itu dipimpin Komandan Komando Latih Korps Marinir (Dankolatmar) Kolonel Marinir I Made Sukada, mewakili Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

ads

Dalam amanat tertulis yang dibacakan Dankolatmar, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono mengatakan, kurang lebih 15 hari, seluruh peserta latihan telah mengikuti latihan bersama Reconex 21-II di Puslatpurmar 5 Baluran (Situbondo) dan Puslatpurmar 7 Lampon (Banyuwangi).

Kepada seluruh peserta latihan, Dankormar mengucapkan terima kasih. Atas kedisiplinan selama kegiatan berlangsung seluruh peserta tetap menerapkan standar operasi. Demikian pula prosedur serta protokol kesehatan yang ketat dalam penangganan COVID-19, sehingga secara umum pelaksanaan latihan berjalan dengan aman dan lancar.

Menurut Dankormar, Latma Reconex 21-II dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan interoperabilitas. Pun kemampuan Satuan Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan USMC Reconnaissance Unit, baik melalui latihan teknis dan taktis serta latihan satuan tingkat peleton dengan fokus pada operasi amfibi.

Selain itu, latihan diselenggarakan untuk mempererat hubungan persaudaraan antarpasukan dari kedua negara. Sehingga kerja sama bilateral bidang pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat terus berlanjut. Dan lebih ditingkatkan di masa yang akan datang.

“Pengalaman dan pelajaran yang telah diperoleh dari latihan bersama ini, agar dapat dijadikan sebagai pedoman dan bahan evaluasi sekaligus sumber informasi dalam menciptakan ide baru, inovasi dan kreativitas yang mengarah kepada perbaikan dan kemajuan pada upaya peningkatan profesionalisme prajurit Taifib Korps Marinir dalam rangka mendukung tugas Korps Marinir,” kata Dankormar. (bid-02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini