PRAJURIT Intai Amfibi Korps Marinir dan USMC Amerika Serikat saat latihan bersama bersandi Reconex 21-II di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir 5 Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat (4/6/2021).

bongkah.id – Marinir Indonesia dan Amerika Serikat menggelar “perang kota” di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir 5 Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat (4/6/2021). Kedua pasukan yang terlibat mengeksplorasi taktik dan teknik untuk menyelesaikan masalah. Menyelesaikan sebuah konflik di permukiman.

“Kegiatan yang dilakukan pasukan Marinir Indonesian dan Amerika Serikat tersebut, merupakan salah satu materi dalam latihan bersama bersandi Reconex 21-II. Latihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Intai Amfibi Korps Marinir, dalam melaksanakan taktik unit kecil dan perang kota,” kata Komandan Satgas Latihan Letkol (Mar) Supriyono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/6/2021).

ads

Menurut dia, materi yang dilatihkan meliputi taktik perang kota. Misalnya, pemantapan latihan tanda-tanda visual dalam patroli, teknik melintasi bangunan, serta teknik penyerangan di permukiman dan kota.

Selain itu, dalam latihan perang kota kali ini dimanfaatkan, untuk melihat taktik maupun teknik yang digunakan Marinir kedua negara disaat terjadi permasalahan. Yakni konflik di permukiman. Demikian pula proses penyelesaian masalah yang diterapkan masing-masing pasukan.

”Target kegiatan latihan bersama ini untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Marinir kedua negara, khususnya prajurit Intai Amfibi Korps Marinir yang berkemampuan bertempur di tri media. Yaitu bertempur di darat, laut, dan udara,” kata perwira yang juga Komandan Batalyon (Danyon) Intai Amfibi 2 Marinir itu.

Sebagaimana diketahui, pada saat ini di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tengah dilaksanakan latihan bersama antara prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL dengan United States Marines Corps (USMC) Reconnaissance Unit. Pelatihan tersebut telah diresmikan Wakil Komandan Pasukan Marinir (Pasmar) 2 Kolonel Marinir Purwanto Djoko Prasetyo mewakili Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono pada Kamis (3/6/2021) lalu.

Latihan bersama dengan sandi Reconex 21-II yang dipimpin Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir Letkol Marinir Supriyono tersebut diikuti 171 personel. Yakni 156 personel dari Korps Marinir TNI AL (Taifib) dan 15 personel USMC.

Dalam amanat tertulis Dankormar yang dibacakan oleh Wadan Pasmar 2, disampaikan harapan latihan bersama tersebut mampu meningkatkan kepercayaan personil. Demikian pula pemahaman bersama antara Marinir kedua negara. Selain itu, diharapkan delegasi Marinir AS dapat menyesuaikan diri dengan kondisi dan iklim Indonesia, yang sangat berbeda dengan di Amerika Serikat.

Komandan Korps Marinir berharap dengan dilaksanakannya kegiatan latihan ini Marinir kedua negara dapat saling berbagi taktik dan strategi tempur demi meningkatkan profesionalisme prajurit.

Latma Reconex 21-II, ditambahkan, merupakan latihan yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali antara TNI Angkatan Laut, khusunya Korps Marinir dengan Marinir Amerika Serikat. Latihan bersama ini untuk mengimplementasikan kesepakatan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat. Memperkuat kerjasama bilateral bidang pertahanan.

“Latma Reconex 21-II Tahun 2021 merupakan serial pertama antara Korps Marinir TNI Angkatan Laut bersama USMC, yang melibatkan satuan Intai Amfibi Marinir dengan Reconnaissance Unit dengan materi latihan mengenai operasi intai amfibi,” pesan tertulis Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono itu.

Dipaparkan alumni Akademi Angkatan Laut tahun 1988 tersebut, penyelenggaraan latihan ini dibagi menjadi dua tingkat. Yaitu Reconex 21-I Team Level yang dilaksanakan di Camp Pendelton Amerika Serikat. Dan, Reconex 21-II Platoon Level yang dilaksanakan di Puslatpurmar 5 Baluran, Karang Tekok, Situbondo. Juga, di Puslatpurmar 7 Lampon, Banyuwangi, Jawa Timur.

Sedangkan pelatihan di dua Puslatpurmar itu, menurut pria kelahiran Batang, Jawa Tengah, pada 55 tahun lalu itu, materi latihan menitikberatkan pada pelaksanaan operasi intai di tingkat peleton pada operasi amfibi ini akan menjadi suatu pelajaran, pengetahuan, dan pengalaman baru bagi prajurit Taifib Marinir. Latihan ini diyakini akan bermanfaat dalam mewujudkan prajurit Taifib Marinir yang andal, tangguh, dan profesional dalam menyelesaikan setiap operasi. (bid-02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini