
bongkah.id – Suasana Kota Pahlawan diharapkan kelak dapat berhenti sejenak setiap pukul 10.00 WIB.
Bukan karena kemacetan atau sirene darurat, melainkan untuk memberi ruang bagi seluruh masyarakat berdiri tegak, menghentikan aktivitas sesaat, lalu bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa.
Gagasan tersebut disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, yang mendorong Pemerintah Kota Surabaya menghidupkan kembali tradisi pemutaran lagu Indonesia Raya secara serentak di ruang-ruang publik, perkantoran, pusat pelayanan, hingga kawasan usaha.
Usulan itu disampaikan Yona usai menerima aspirasi dari Komunitas Kami Anak Negeri pada Senin (3/8/2026).
Menurutnya, sejumlah daerah di Indonesia telah lebih dahulu menerapkan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Harapan kami, Surabaya bisa mengadopsi hal-hal baik dari kota-kota lain. Di beberapa daerah, setiap jam 10 pagi secara serentak dikumandangkan lagu Indonesia Raya,” ujar Yona.
Dia menilai pemutaran lagu kebangsaan tidak seharusnya hanya menjadi tradisi saat peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus.
Kebiasaan itu, kata dia, dapat menjadi pengingat harian akan pentingnya persatuan, nasionalisme, dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.
Yona mengungkapkan, beberapa instansi pemerintahan di Surabaya sebenarnya telah memutar Indonesia Raya pada pukul 08.00 WIB.
Namun menurutnya, waktu tersebut masih kurang ideal karena masyarakat umumnya masih sibuk memulai aktivitas.
“Menurut saya, pukul 10 pagi lebih tepat karena masyarakat dapat berhenti sejenak, berdiri dengan sikap sempurna, dan ikut menyanyikan lagu kebangsaan bersama-sama,” katanya.
Selain mendorong pemutaran lagu Indonesia Raya, Komisi A DPRD Surabaya juga meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya memperhatikan kondisi bendera Merah Putih yang telah rusak atau kusam di berbagai ruas jalan.
Penggantian bendera dinilai penting agar semangat menyambut Hari Kemerdekaan tetap tercermin melalui simbol negara yang terawat dengan baik.
“Kami akan menyampaikan aspirasi ini kepada pimpinan dan pemerintah kota agar pengibaran Bendera Merah Putih semakin masif. Kami juga mengajak pelaku usaha dan masyarakat memasang tiang serta mengibarkan bendera sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan para pahlawan,” ujar Yona.
Usulan tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk tidak sekadar memperingati kemerdekaan secara seremonial, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Berhenti beberapa menit untuk menghormati lagu Indonesia Raya dan mengibarkan Merah Putih bukan hanya simbol cinta tanah air, melainkan juga cara sederhana menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman bangsa.

























