MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengangkat tiga relawan Jokowi menjadi Komisaris BUMN. Sebuah kebijakan yang dinilai para pengamat politik dan ekonomi, mengulang kesalahan Rini Sumarno saat menjabat Menteri BUMN. Sebuah kebijakan yang berpotensi menyulut polemit dan menggerogoti citra Erick Thohir yang sebelumnya memastikan mengedepankan akhlak dalam memilik petinggi BUMN maupun komisris BUMN.
bongka.id ‐‐ Pepatah tidak ada yang gratis dalam politik, kian vulgar ditunjukan Menteri BUMN Erick Thohir (ER). Setelah satu per satu mengangkat para relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Proses pengangkatan komisaris yang tak beda dengan pendahulunya, Menteri Rini. Proses pemilihan SDM yang banyak dikecam ekonom, pengamat, dan politisi.

Mantan Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin itu kini kian berani. Bahkan seakan menantang para pengamat, ekonom, dan politisi senayan. Bagaimana tidak. Dalam sepekan,  ER mengangkat tiga relawan Jokowi sebagai komisaris BUMN.

Ketiga relawan Jokowi yang bernasib baik, meski kapabelitasnya sebagai komisaris diragukan para pengamat, ekonom, dan politisi Senayan itu adalah Dyah Kartika Rini Djoemadi (Kartika Djoemadi), Eko Sulistyo, Ulin Ni’am Yusron (Ulin Yusron).

Kabar pengangkatan Kartika Djoemadi awalnya berkesan diam-diam. Nyaris tak ada media yang tahu, bahkan Harian Republika milik ER. Kabar mulai merebak, setelah akun Instagram resmi Jasa Raharja, @pt_jasaraharja mengucapkan selamat atas pengangkatan Kartika.

Isi kutipan akun instagram itu adalah, “Selamat kepada Ibu Dyah Kartika Rini yang telah diangkat sebagai Komisaris Independen PT Jasa Raharja,” seperti dikutip dari akun Instagram resmi Jasa Raharja, @pt_jasaraharja, Rabu (28/10).

Sebelum diangkat sebagai Komisaris Independen PT Jasa Raharja (Persero) oleh ER, Kartika menjabat sebagai komisaris di perusahaan pelat merah lainnya, PT Danareksa (Persero). Dia diangkat oleh Rini Suwandi saat menjabat Menteri BUMN.

“Ibu Dyah Kartika Rini diangkat sebagai komisaris PT Danareksa (Persero) tanggal 27 Oktober 2015,” ujar Corporate Secretary Danareksa Fattah Hidayat melalui pesan singkat pada 9 Desember 2015.

Sosok Kartika merupakan pendukung Jokowi sejak mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kala itu, ia mendirikan wadah relawan Jokowi-Ahok Social Media Volunteers atau Jasmev.

Ironisnya wanita yang karib dipanggil DeeDee itu terkena masalah akademik yang memalukan. Gelar Phd dari Amsterdam Universiteit yang disandangnya, ternyata palsu.

Pertama kali yang membongkar PhD abal-abal Kartika Djoemadi adalah Buni Yani. Ini karena Buni Yani adalah mahasiswa PhD Leiden University.

Setelah PhD palsunya terbongkar, justru Kartika bukannya malu. Pun mengakui. Pun minta maaf. Ia justru semakin jumawa. Berganti mengaku mahasiswa program doktor di UI.

Berdasarkan informasi yang berkembang di program doktor UI, ternyata tidak ada mahasiswi program itu yang bernama Dee Kartika Djoemadi. Itu berdasar data di bagian akademik di Gedung Komunikasi Lt.2 FISIP UI Kampus UI Depok.

Namun semua kebohongan akademik yang terungkap itu, justru merenggangkan dirinya dipilih pemerintah menjabat Komisaris PT Danareksa. Juga, kini dipilih ER menjabat Komisaris Independen PT Jasa Raharja, bersama Antonius.

Kendati demikian, ER tak mengubah kursi Komisaris Utama yang masih dijabat oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi. Dia didampingi tiga anggota komisaris, yakni Setya Utama, Suprianto, dan Humaniati

BUMN JOKOWERS

Relawan Jokowi lain yang dilantik ER adalah Eko Sulistyo. Dia menjabat Komisaris PT PLN (Persero). Diumumkan keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN.

Informasi itu diketahui dari surat perseroan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Juga, Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yang diunggah dalam keterbukaan informasi. Surat itu bernomor 2477915TH.01.01/80112000012020 tertanggal 16 Oktober 2020.

“Dengan ini disampaikan bahwa RUPS mengangkat Saudara Eko Sulistyo sebagai komisaris,” ujar Sekretaris Perusahaan Adi Setiawan dalam kutipan surat tersebut, Senin (26/10/2020).

Dalam surat itu disebutkan, Erick telah mengeluarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-330/MBU11012O20 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris PT PLN. Surat itu tertanggal 9 Oktober 2020.

Sebagaimana diketahui, sosok Eko Sulistyo bukan orang baru dalam birokrasi pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan (KSP) periode 2014-2019.

Selain itu, Eko merupakan mantan Tim Sukses Jokowi sejak di Solo. Ia membantu Jokowi memenangkan kursi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI. Ia merupakan sosok di balik gaya blusukan khas Jokowi.

Sebelumnya, ER juga memberi jabatan Komisaris PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero). Atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) kepada Ulin Ni’am Yusron. Salah seorang pendukung dan relawan Jokowi di Pemilihan Presiden 2014 dan 2019. Juga, Pilgub DKI Jakarta 2012.

Ulin ditunjuk untuk mengisi kursi Komisaris yang sebelumnya diduduki oleh Donni Aldian. SK juga menyatakan Donni diberhentikan dari jabatan tersebut.

Pengangkatan Komisaris Independen tersebut melengkapi susunan Dewan Komisaris ITDC sebagai berikut: Dadang Rizki Ratman sebagai Komisaris Utama, Irzani sebagai Komisaris, Zainal Mutaqin sebagai Komisaris dan Ulin Ni’am Yusron sebagai Komisaris Independen.

Keputusan itu tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Nomor: SK-319/MBU/10/2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris PT Pengembangan Pariwisata Indonesia. Surat diterbitkan pada 8 Oktober 2020.

“Penyampaian SK dilakukan secara virtual melalui video conference dengan aplikasi Zoom Meeting oleh Pelaksana Tugas Asisten Deputi Bidang Kawasan, Logistik, dan Pariwisata Kementerian BUMN Endra Gunawan,” ungkap ITDC dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (24/10/2020).

Penunjukan Ulin dikonfirmasi Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer. “Iya betul. Sebagai pemerhati pers dan praktisi sosial media, Pak Ulin Yusron kami harap dapat memberi nilai tambah dalam hubungan perusahaan dengan media massa,” kata Abdulbar, Sabtu (24/10).

Ulin dikenal sebagai salah satu relawan Jokowi yang aktif di media sosial. Di masa Pilpres pada Mei 2019 lalu, Ulin sempat membuat heboh karena menyebarluaskan data pribadi terduga pelaku yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi.

Kala itu, Ulin menyebar data pribadi Dheva Suprayoga lewat media sosial. -Yang di kemudian hari dihapus. Dheva mengklarifikasi dirinya bukan lelaki yang mengancam memenggal kepala Jokowi, seperti terekam dalam video yang beredar viral.

Di luar tim sukses Jokowi, Ulin sempat meniti karier menjadi wartawan Kontan sampai 2008. Juga mendirikan situs Beritasatu.com pada 2013. Demikian pula menggeluti investigasi dan konsultan media online pada 2009-2013. (rim)

SUSUNAN KOMISARIS PT JASARAHARDJA:
Komisaris Utama : Budi Setiyadi.
Anggota Komisaris : Setya Utama, Suprianto, dan Humaniati
Komisaris Independen : Dyah Kartika Rini Djoemadi (Kartika Djoemadi)
SUSUNAN KOMISARIS PLN:
Komisaris Utama merangkap Komisaris lndependen: Amien Sunaryadi
Wakil Komisaris Utama: Suahasil Nazara
Anggota Komisaris: Eko Sulistyo, llya Avianti, Rida Mulyana, Mohamad lkhsan, Dudy Purwagandhi, Anggota Komisaris: Muhammad Yusuf Ateh, Mohammad Rudy Salahuddin
Komisaris lndependen: Deden Juhara dan Murtaqi Syamsuddin
SUSUNAN DEWAN KOMISARIS ITDC :
Komisaris Utama : Dadang Rizki Ratman
Anggota Komisaris : Irzani dan  Zainal Mutaqin
Komisaris Independen : Ulin Ni’am Yusron (Ulin Yusron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here