
bongkah.id – Aroma gas sempat tercium ketika seorang koki Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi bersiap memulai aktivitas memasak pada Selasa (6/10/2026) pagi. Belum sempat situasi diamankan, pemantik kompor justru menjadi pemicu ledakan dahsyat di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya.
Dentuman keras sekitar pukul 07.00 WIB itu tidak hanya membuat lima karyawan rumah makan menjadi korban tetapi juga merusak 58 bangunan, 42 rumah toko, dan 16 hunian. Ledakan juga berdampak pada 1 truk, 4 mobil, dan 7 sepeda motor yang parkir.
Dari lima korban, dua di antaranya kini menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Haji Surabaya. Keduanya mengalami luka bakar masing-masing 16 persen dan 31 persen.
Humas Rumah Sakit Haji, Masrur, mengatakan kedua pasien mengalami luka bakar serius, terutama pada bagian wajah dan leher.
“Kedua korban ditempatkan di ICU setelah operasi, untuk mendapatkan perawatan intensif,” kata Masrur, Kamis (8/10/2026).
Menurut dia, kondisi umum kedua pasien saat ini mulai membaik dan relatif stabil. Namun, dokter masih melakukan pengawasan ketat karena keduanya juga mengalami trauma inhalasi.
“Selain luka bakar, keduanya juga mengalami trauma inhalasi,” ujar Masrur.
Trauma inhalasi merupakan cedera pada saluran pernapasan atau paru-paru akibat menghirup asap, gas, atau bahan kimia saat terjadi kebakaran maupun ledakan
Sementara tiga korban lainnya dirujuk ke RSUD Dr Soetomo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Ledakan gas LPG berbobot 50 Kg tersebut terasa jauh dari titik sumber. Kaca pecah, bagian bangunan rusak, dan sejumlah kendaraan di sekitar lokasi turut terdampak.
Beruntung, kejadian berlangsung sebelum rumah makan membuka aktivitas pelayanan kepada konsumen. Dengan demikian, korban tidak bertambah dari sisi pengunjung.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi bersama tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur mengarah pada dugaan kebocoran instalasi gas sebagai pemicu awal.
Di lokasi ditemukan tiga tabung LPG berukuran 50 kilogram. Namun, tabung-tabung tersebut tidak ditemukan dalam kondisi pecah atau meledak.
Dugaan sementara, gas keluar melalui bagian pipa atau instalasi yang mengalami kebocoran.
Gas kemudian terakumulasi di dalam ruangan yang tertutup. Ketika konsentrasinya sudah cukup tinggi, percikan api dari pemantik kompor diduga memicu ledakan.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan titik kebocoran dan penyebab kerusakan instalasi gas tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa bau gas LPG tidak boleh dianggap sepele. Dalam ruangan tertutup, kebocoran kecil sekalipun dapat berubah menjadi ancaman besar ketika gas terakumulasi dan bertemu sumber api.
Pihak Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi meminta maaf atas ledakan hebat yang terjadi di tempat usahanya.





























