bongkah.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan meminjamkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada orang lain, terutama untuk keperluan pembelian kendaraan bermotor.
Praktik tersebut berpotensi menghambat penyaluran bantuan sosial (bansos) karena memengaruhi validitas data kepemilikan aset warga.
Eri mengungkapkan, petugas Pemkot Surabaya kerap menemukan warga kurang mampu yang justru tercatat memiliki mobil atau sepeda motor dalam sistem pendataan perlindungan sosial (perlinsos).
Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata kendaraan tersebut bukan milik warga bersangkutan. KTP mereka dipinjam orang lain untuk keperluan pembelian kendaraan.
“Karena itu, saya ‘nyuwun tulung’ warga Suroboyo, KTP-nya jangan dipinjamkan untuk pembelian mobil atau motor,” kata Eri di Surabaya, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, ketidaksesuaian data tersebut dapat berdampak pada penentuan kelayakan penerima bantuan pemerintah.
Untuk meningkatkan ketepatan sasaran bansos, Pemkot Surabaya kini mengombinasikan data desil dengan verifikasi langsung melalui musyawarah tingkat RT.
Proses tersebut melibatkan lurah, camat, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta sedikitnya 75 persen warga setempat. Mereka bersama-sama menentukan prioritas penerima berdasarkan kondisi ekonomi sebenarnya.
Eri mencontohkan, warga lanjut usia (lansia) yang hidup tanpa kecukupan harta dan belum pernah menerima bantuan perlu mendapatkan prioritas.
Ia juga mengajak masyarakat mengawasi penyaluran bansos melalui lingkungan masing-masing, termasuk memanfaatkan aplikasi Cek Wargaku untuk menyampaikan pengaduan.
“Bantuan harus benar-benar jatuh ke tangan warga yang membutuhkan. KTP-ne tulung dijogo, ojo disilihno gawe tuku mobil,” tegasnya.





























