MENTERI Pertahanan Prabowo Subianto menyambut kedatangan Kopral Dua TNI Hardius Rusman di Kantor Kementrian Pertahanan (Kemenhan) Jakarta, Kamis (7/1/2021) pagi. Dalam pertemuan dengan perbincangan beberapa bahasa asing tersebut, Prabowo menyampaikan jika Kemenhan memfasilitasi personil Kodim 0103 Bireuen Kodam Iskandar Muda, Aceh, itu untuk mengikuti pendidikan guna kenaikan pangkat. Pendidikan dapat dijalani Hardius, setelah selesai melaksanakan tugas sebagai personil dalam satuan tugas TNI Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL di Lebanon yang akan diberangkatkan 6 Februari mendatang.

bongkah.id — Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kembali menunjukkan sikap hormat, bangga, dan apresiasi terhadap seseorang yang cerdas dan pandai. Sikap yang mulai steril dimiliki para pejabat tinggi pemerintahaan itu diberikan pada Kopral Dua (Kopda) TNI AD Hardius Rusman.

Prajurit yang bertugas di Kodim 0103 Bireun, Kodam Iskandar Muda, itu difasilitasi Prabowo Subianto untuk kenaikan pangkat. Apresiasi itu diberikan atas kemampuannya menguasai 7 bahasa asing. Yakni mampu berbahasa Inggris, Jerman, Belanda, Spanyol, Portugis, Italia dan Prancis. Sebuah kemampuan yang jarang dimiliki oleh jajaran TNI-Polri, dari tingkat prajurit Tamtama hingga Jenderal.

“Menhan memfasilitasi Kopda Hardius Rusman untuk naik pangkat sebagai apresiasi khusus terhadap prajurit yang cerdas. Setelah selesai menunaikan tugas di Lebanon, beliau berkesempatan langsung mengikuti pendidikan kenaikan pangkat sesuai dengan kelayakannya,” kata Juru Bicara Kemenhan, Dahnil Anzar Simanjuntak saat dihubungi, Kamis (7/1/2020).

Menurut mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu, apresiasi kenaikan pangkat itu sudah disampaikan pada Kopda Hardius Rusman saat memenuhi undangan Menhan di kantor Kemenhan, Jakarta, Kamis (7/1) pagi. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Hardius berbincang menggunakan bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Italia, dan Spanyol. Keduanya terlihat berbincang cukup gayeng dan penuh gelak tawa, yang disaksikan oleh beberapa staf Kemenhan dan aspri Menhan.

Sikap apresiasi terhadap seseorang yang cerdas dan pandai yang dilakukan Prabowo Subianto itu, diakui, sesungguhnya bukan yang pertama. Baik yang dilakukan terhadap personil TNI maupun masyarakat sipil. Sikap mencintai seseorang yang cerdas dan pandai itu sudah dilakukan mantan Pangkostrad tersebut sejak sebelum menjabat Menhan. Sudah banyak individu yang menerima bantuan beasiswa pendidikan, dengan anggaran pribadi Prabowo. Jumlahnya sudah ribuan individu. Hanya saja tidak ada media yang mempublikasikan.

Sedangkan biaya pendidikan untuk kenaikan pangkat Kopda Hardius Rusman, dikatakan, ditanggung oleh Kemenhan. Kebijakan ini diterapkan, karena Prabowo saat ini menjabat sebagai Menhan. Pun apresiasi terhadap kecerdasan dan kepandaian Kopda Hardius Rusman tersebut, sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas personil TNI di masa depan.

“Apresiasi terhadap Kopda Harius tersebut hendaknya menjadi motivasi terhadap semua personil TNI agar haus ilmu pengetahuan, untuk cerdas dan bermanfaat bagi bangsa dan negara. Kedepannya apresiasi kenaikan pangkat tersebut akan diberikan pada personil TNI lainnya. Demikian pula terhadap anak bangsa lainnya untuk berkesempatan berkembang dan bermanfaat bagi NKRI,” ujar Dahnil.

Sedangkan video perbincangan Prabowo dengan Kopda Hardius Rusman dalam beberapa bahasa asing. Juga pujian tulus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu, diunggah Sekretaris Pribadi Prabowo, Rizky Irmansyah di akun Instagram pribadinya @rizky_irmansyah.

Dalam akun istagramnya, Rizky menerangkan, bahwa dirinya pada sepekan lalu saat sedang membuka kanal YouTube, pada halaman home terdapat belasan suggestion video. Lalu ada 1 video yang mencuri perhatiannya. Judulnya “anggota TNI yang fasih berbicara 7 bahasa asing”. Salah satu diantaranya di kanal HitamPutih edisi 3 Oktober 2019.

Rizky pun tertarik untuk mengklik salah satu video tersebut. Usai melihat video tersebut, Rizky merasa takjub. Menyaksikan seorang Kopral Dua TNI AD mampu menguasai 7 bahasa asing. Namun, Rizky mengaku terlambat mengetahui informasi tersebut, karena video viral sudah ditayangkan setahun silam.

Setelah mendapatkan info tersebut, Risky melakukan pendalaman terhadap Kopda Hardius Rusman. Saat info yang didapat dinilai sempurna, Rizky pun melaporkan kepada Menhan Prabowo. Setelah menyaksikan dengan serius vidio saat Kopda Harius berbicara dalam 7 bahasa asing, maka Menhan memerintahkan Risky.

“Rizky, besok panggil Kopral Cerdas ini, saya mau ketemu beliau, tolong diatur waktunya”. Mendapat perintah tersebut, Risky pun menjawab “Siap Jenderal. Laksanakan!”

Esok harinya, Kamis (7/11/2020), Kopda Harius Rusman menghadap Menhan Prabowo. Dalam pertemuan tersebut, mereka melakukan percakapan dengan beberapa bahasa. Di awali bahasa Jerman, Perancis, Belanda, dilanjutkan Portugis. Menhan @prabowo sangat terkesan oleh kemampuan Kopda Hardius Rusman yang mampu belajar bahasa asing dengan autodidak itu.

Setelah pertemuan tersebut, Menhan Prabowo beliau menyampaikan “setelah anda kembali dari tugas pasukan perdamaian PBB, anda akan disekolahkan agar menjadi Bintara bila memenuhi syarat”

Sebagai informasi, Kopda Hardius Rusman ini bertugas di Kodim 0103 Bireuen Kodam Iskandar Muda, Aceh. Dan, kini bapak dari dua orang anak ini tergabung dalam satuan tugas TNI Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL. Kontingen TNI yang menjalankan tugas menjaga misi perdamaian PBB di Lebanon tersebut, rencananya diberangkatkan pada 6 Ferbuari mendatang.

Kemampuan Kopda Hardius Rusman dalam menguasai 7 bahasa asing itu, sebenarnya sudah disaksikan langsung oleh Panglima Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada 8 Oktober 2019, sebagaimana ditayangkan kanal Youtube official inews edisi 9 Oktober 2019. Dalam pertemuan tersebut Hadi dan Hardius terlihat berbicara dalam Bahasa Perancis.

Demikian pula KSAD TNI Andika Prekasa. Alumni Akademi Militer 1987 itu bertemu dengan Kopda Hardius Rusman saat mengunjungi Kodam Iskandar Muda, Aceh, yang ditayangkan kanal Youtube TNI AD edisi 12 November 2019. (rim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here