
bongkah.id – Suasana ruang perawatan di RSIA IBI Surabaya, Rabu (13/5/2026), mendadak ramai saat Menteri HAM RI Natalius Pigai datang menjenguk tujuh siswa korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pigai berbincang langsung dengan para siswa dan orang tua yang masih diliputi kecemasan setelah anak-anak mereka dirawat akibat diduga mengonsumsi makanan MBG pada Senin (11/5/2026).
Dalam kunjungannya, Pigai memastikan dapur penyedia makanan yang diduga menjadi sumber masalah tidak akan lagi digunakan.
“Tidak akan lagi dimasak oleh dapur yang sama,” ujar Pigai kepada keluarga korban.
Ia menegaskan program MBG sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Namun, pemerintah mengakui masih ada kelemahan dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk di SPPG Tembok Dukuh Surabaya yang diduga terkait kasus keracunan sekitar 200 siswa.
“Ada beberapa dapur yang manajemennya amburadul. Kami harus akui,” tegasnya.
Menurut Pigai, pengelolaan dapur harus lebih disiplin dan teliti agar kualitas makanan yang disajikan benar-benar aman bagi para pelajar. Kasus ini pun menjadi perhatian serius pemerintah sebagai evaluasi pelaksanaan program MBG di lapangan. (anto)

























