
bongkah,id – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-21 SMK Negeri 1 Jetis bukan hanya menghadirkan hiburan drum band anak-anak. Sekolah vokasi di Kabupaten Mojokerto itu juga memanfaatkan momentum tersebut sebagai sarana promosi pendidikan sekaligus menggerakkan ekonomi di lingkungan sekolah.
Ribuan pengunjung memadati halaman sekolah sejak Minggu pagi (17/5/2026). Mereka datang untuk menyaksikan Taraka Open Championship Kacabdin Mojokerto Tahun 2026 Drum & Marching Entertainment yang diikuti 31 grup drum dan marching band dari Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, hingga Jombang.
Dentuman bass drum, snare drum, dan lantunan bell lyra menggema sejak pukul 08.00 WIB. Peserta dari tingkat TK, RA, SD, hingga MI tampil bergantian mengenakan kostum warna-warni yang menyedot perhatian penonton.

Namun di balik kemeriahan lomba, aktivitas ekonomi juga terlihat hidup. Deretan stan makanan dan minuman dipadati pengunjung, sementara siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) membuka layanan cetak kaos hotprint bergambar foto pemesan secara langsung.
Bahkan di pintu masuk, siswa turut dilibatkan melayani penjualan tiket masuk seharga Rp10 ribu per orang. Kegiatan itu menjadi praktik nyata pembelajaran kewirausahaan bagi siswa sekolah vokasi tersebut.
Humas SMK Negeri 1 Jetis, Syamsul Hadi, mengatakan lomba sengaja menyasar peserta usia anak-anak agar sekolah lebih dekat dengan masyarakat.
“Kalau event anak-anak, otomatis orang tua ikut hadir mendampingi. Dari situ masyarakat bisa mengenal sekolah kami lebih dekat,” katanya.
Menurutnya, konsep tersebut terbukti efektif menarik perhatian masyarakat sekaligus memperkenalkan lingkungan dan program pendidikan sekolah kepada calon peserta didik baru.
Selain menjadi ajang hiburan, kompetisi itu juga memperebutkan trofi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Mojokerto Tahun 2026.
Dalam penilaian panitia, SDN Jetis 1 keluar sebagai juara Divisi SD Utama dengan nilai 87,1. Pada Divisi SD Pemula, MI Bahrul Ulum menjadi terbaik dengan skor 86, sedangkan MI Sabilul Muttaqien meraih juara umum Divisi SD Kompetisi.
Untuk kategori TK, TK DW Mojolebak mencatat nilai tertinggi pada Divisi TK Utama dengan skor 87. Sementara TK DWP Kedungsari menjadi terbaik di Divisi TK Pianika.
Kepala SMK Negeri 1 Jetis, Dwi Fendi Dadang Adrianto, mengatakan sekolahnya kini memiliki delapan kompetensi keahlian, mulai teknik elektronika industri, teknik pengelasan, teknik kendaraan ringan hingga desain komunikasi visual.
Pada tahun 2026, sebanyak 516 siswa dinyatakan lulus. Sebanyak 77 siswa yang sebelumnya mengikuti program magang langsung diterima bekerja, bahkan lima siswa berhasil bekerja di Jepang.
Selain itu, sembilan siswa diterima di perguruan tinggi negeri jalur prestasi, di antaranya Universitas Airlangga, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Politeknik Negeri Banyuwangi, dan Universitas Trunojoyo Madura.
Melalui kegiatan tersebut, SMK Negeri 1 Jetis tidak hanya menampilkan hiburan dan kreativitas anak-anak, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah event sekolah mampu menjadi sarana edukasi, promosi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. (uyo)

























