bongkah.id – Peluang bekerja di luar negeri terbuka lebih luas melalui SMK Go Global Batch 2 tahun 2026. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka pendaftaran program tersebut mulai 28 September hingga 31 Oktober 2026.
Program ini tidak hanya ditujukan bagi lulusan SMK. Masyarakat umum dengan latar belakang pendidikan D-3, S-1 hingga S-2 juga dapat mendaftar untuk mengikuti peningkatan kapasitas calon pekerja migran Indonesia (CPMI).
Kesempatan tersebut menjadi relevan di tengah kebutuhan tenaga kerja Indonesia di sejumlah negara, termasuk Jepang.
Jepang Butuh 40 Ribu Tenaga Kerja Indonesia
Kementerian Transmigrasi melaporkan, Jepang membutuhkan sekitar 40 ribu tenaga kerja asal Indonesia. Dari kebutuhan tersebut, Indonesia saat ini baru menyanggupi pemenuhan sekitar 25 ribu tenaga kerja.
Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyebut pekerja Indonesia dibutuhkan untuk sejumlah sektor, seperti pertanian, kelautan, konstruksi dan perawatan.
Saat ini setidaknya sudah terdapat sekitar 100 pekerja asal Indonesia di Jepang. Berdasarkan keterangan Kementerian Transmigrasi, mereka memperoleh penghasilan sekitar Rp25 juta hingga Rp55 juta per bulan.
Menurut Iftitah, masyarakat Jepang memberikan penilaian positif terhadap tenaga kerja Indonesia, terutama karena keramahan dan kemampuan hospitality. Jepang juga membutuhkan tenaga kerja sekaligus dukungan untuk sektor pertanian dan kelautan.
Karena itu, terdapat tawaran program magang selama tiga hingga lima tahun agar pekerja Indonesia dapat mengenal teknologi yang digunakan di sektor tersebut.
Empat Bidang Jadi Fokus SMK Go Global
Program SMK Go Global 2026 mencakup empat bidang pekerjaan, yakni kesehatan, transportasi, hospitality dan pertanian.
Negara atau kawasan tujuan yang tercantum dalam program meliputi Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Timur Tengah dan Eropa.
Untuk mendaftar, calon peserta harus berusia minimal 18 tahun. Dokumen yang diperlukan antara lain KTP, KK, kartu JKN, ijazah pendidikan terakhir dan surat keterangan sehat.
Peserta juga harus membuat surat pernyataan berminat bekerja di luar negeri serta kesanggupan mengikuti program peningkatan kapasitas. Surat izin dari orang tua, wali, suami atau istri juga diperlukan.
Sertifikat keterampilan, kemampuan bahasa atau pengalaman kerja sesuai bidang yang dipilih dapat dilampirkan sebagai dokumen pendukung.
Seleksi dilakukan melalui verifikasi administrasi, tes tertulis dan wawancara. Peserta yang dinyatakan lolos kemudian melakukan daftar ulang sebelum mengikuti pelatihan.
Calon peserta perlu memantau kanal resmi BP3MI di wilayah masing-masing karena SMK Go Global Batch 2 tidak dibuka serentak di seluruh daerah.
Informasi tambahan dapat diperoleh melalui kanal resmi KP2MI, SMK Go Global dan BP3MI atau melalui hotline WhatsApp 0811 9000 137.






























