Anak-anak gembira dilibatkan dalam kegiatan PKM UNESA di sekolah mereka, SDN Krembangan Selatan IX/20 Surabaya.

bongkah.id – Sekolah tidak selalu membutuhkan halaman luas untuk menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman.

SD Negeri Krembangan Selatan IX/20 Surabaya membuktikannya melalui penataan ruang sederhana yang memadukan unsur seni, penghijauan dan kebersihan.

ads

Program tersebut diwujudkan melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kebijakan Fakultas Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bertajuk “Penyegaran Kembali Budaya Gotong-Royong Lingkungan Sehat Artistik”, yang dilaksanakan pada hari Rabu, (23/9/2026).

Berada di kawasan permukiman padat Jalan Pesapen Kali 47, Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, sekolah ini menghadapi keterbatasan lahan terbuka.

Lingkungan sekolah juga sebelumnya belum banyak memiliki elemen visual yang dapat mendukung suasana belajar siswa.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Tim PKM UNESA. Apalagi, sekolah dengan 157 peserta didik itu belum memiliki guru berlatar pendidikan seni yang secara khusus menangani estetika lingkungan.

Ketua Tim PKM UNESA, Nur Wakhid Hidayatno, S.Sn., M.Sn., mengatakan kegiatan tersebut bukan semata-mata memperindah sekolah. Penataan lingkungan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong warga sekolah.

“Melalui program ini, kami ingin membangkitkan kembali semangat gotong royong warga sekolah,” ujar Nur Wakhid.

Tim pengabdi terdiri dari Nur Wakhid Hidayatno, Winarno, Asy Syam Elya Ahmad, Wening Hesti Nawa Ruci dan mahasiswa Arif.

Mereka bekerja bersama Kepala Sekolah Endah Wijiastuti, S.Pd.SD, guru, tenaga kependidikan dan para siswa.

Sejumlah fasilitas kemudian dihadirkan, mulai lukisan stensil edukatif bertema “Membangun Mimpi serta Gotong Royong”, taman pot dengan sistem spray water digital, hingga wastafel batu alam dan tempat sampah terpilah.

Bagi sekolah, perubahan itu bukan sekadar soal tampilan. Dinding yang dahulu kosong kini dapat menjadi media pesan, sementara taman dan fasilitas sanitasi ikut mengajarkan pentingnya merawat lingkungan.

Dengan cara sederhana, seni dan gotong royong akhirnya bertemu di ruang sekolah.

Anak-anak tidak hanya melihat lingkungan yang lebih indah, tetapi juga belajar bahwa ruang bersama akan terasa nyaman ketika dirawat bersama.

1

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini