SOSOK Presiden AS terpilih Joe Biden populer sebagai Family Man. Dia sangat dekat dengan keluarga. Fakta itu terlihat natural disetiap penampilannya, seperti yang terlihat menggendong cucu saat naik panggung jelang pidato kemenangannya, Minggu (8/11/2020).

bongkah.id — Pasangan Joe Biden dan Kamala Harris melenggang menjadi pemimpin AS, setelah unggul dalam total suara elektoral, mengalahkan petahana Donald Trump dan Mike Pence. Biden akan menjadi Presiden AS tertua dalam sejarah Kepresidenan Amerika Serikat, setelah Donald Trump.

Pada 20 November 2020 saat dilantik sebagai tuan rumah Gedung Putih, Biden bakal genap berusia 78 tahun. Sebelumnya Trump saat dilantik sebagai Presiden AS pada 2016 silam, menyandang predikat Presiden AS tertua. Ini karena saat dilantik, dia berusia 70 tahun.

Isu usia sudah tidak asing di telinga Biden. Dalam sebuah wawancara tahun lalu, ia mengaku faktor usia tidak penting untuk seseorang dalam menjabat Presiden AS.

“Saya bisa menyerukan, usia tua itu membawa kebijaksanaan. Pengalaman yang dimiliki berpotensi membuat segala sesuatunya lebih baik. Namun, kembali pada rakyat. Ingin dipimpin seorang tua yang tidak dewasa. Atau seorang tua yang bijaksana. Itu semua bergantung pada rakyat. Bukan pada saya,” kata Biden sebagaimana dilansir South Coast Today.

Kendati usianya sudah kepala tujuh, Biden mampu membuktikan, dirinya tetap sehat. Pada Desember 2019 lalu, dokter pribadi Biden melaporkan, Biden merupakan pria 77 tahun yang sehat dan kuat. Karena itu, patut mengemban tugas kepresidenan.

Sebelum Trump, predikat Presiden AS tertua dipegang oleh Ronald Reagan. Di hari inaugurasi, Reagan genap berusia 69 tahun pada 1981, disusul William Henry Harrison (68 tahun) pada 1841, dan James Buchanan (65 tahun) pada 1857.

Saat membuka pidato pertamanya usai menang Pilpres AS di Wilmington, Delaware, Minggu (8/11/2020), Biden mengatakan, rakyat AS telah menegaskan pilihan. Memberikan suara sebanyak 74 juta suara untuk Biden dan Kamala Harris.

“Kami menang dengan suara terbanyak yang pernah diberikan untuk tiket presiden dalam sejarah bangsa. Jumlahnya 74 juta,” katanya.

Atas kemenangan itu, Biden mengirim pesan kepada mereka yang memilih Donald Trump. Menyerukan persatuan dan rekonsiliasi. Mantan Wakil Presiden AS era Barrack Obama itu mengatakan, sudah waktunya kedua belah pihak untuk saling mendengarkan lagi.

“Sudah waktunya untuk menyingkirkan retorika kasar, menurunkan suhu, bertemu lagi, saling mendengarkan lagi, dan membuat kemajuan. Saatnya kita harus berhenti memperlakukan lawan kita sebagai musuh. Mereka bukan musuh kita. Mereka orang Amerika. Mereka saudara kita sebangsa Amerika,” ujarnya.

“Saya berjanji untuk menjadi Presiden AS yang berupaya untuk tidak memecah belah, tetapi mempersatukan. Yang tidak melihat negara bagian merah dan negara bagian biru, tetapi hanya melihat Amerika Serikat,” tambahnya.

Ia kemudian mengutip Alkitab yang mengatakan, segala sesuatu ada masanya. Ada waktu untuk membangun. Ada waktu untuk menuai. Ada waktu untuk menabur. Dan, waktu untuk menyembuhkan. “Saat ini adalah waktu untuk menyembuhkan Amerika,” kata pria kelahiran negara bagian Pensylvania itu.

BUKAN YANG TERAKHIR

Sedangkan Kamala Harris yang mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menjadi wakil presiden terpilih di Amerika Serikat (AS). Mantan Jaksa Agung California itu menegaskan, pencapaian sejarah tersebut menunjukkan AS adalah negara yang penuh peluang atau ‘possibilities‘.

Harris akan menjadi wakil presiden kulit hitam dan Asia Selatan pertama di Amerika Serikat. Juga, wanita pertama yang memegang jabatan Wapres. Harris bercerita, dia merupakan putri seorang ibu imigran India dan ayah Amerika Jamaika.

“Saya mungkin wanita pertama, tapi saya tidak akan menjadi yang terakhir,” kata Harris saat memberikan pidato kemenangan di Delaware, Minggu (8/11/2020).

“Karena setiap gadis kecil yang menonton malam ini, melihat bahwa Amerika adalah negara yang penuh peluang bagi anak-anak terlepas dari jenis kelaminnya. Amerika mengirimkan pesan yang jelas kepada Anda: Bermimpilah dengan ambisi, pimpin dengan keyakinan. Kami akan memuji Anda di setiap langkah,” ujar wanita usia 56 tahun ini dengan tersenyum.

Harris menyinggung perjuangan wanita kulit hitam, Asia, kulit putih, Latin, pribumi Amerika, yang telah membuka jalan menuju terciptanya sejarah hari ini. Ia juga memuji kelompok wanita yang berjuang dan berkorban begitu banyak untuk kesetaraan dan kebebasan dan keadilan untuk semua.

“Termasuk perempuan kulit hitam yang terlalu sering terabaikan, tapi begitu sering terbukti menjadi tulang punggung demokrasi kita. Semua wanita yang telah bekerja untuk mengamankan dan melindungi hak memilih selama lebih dari satu abad, 100 tahun yang lalu dengan Amandemen ke-19,” katanya.

Menurut Harris, perjuangan lima puluh lima tahun yang lalu dengan Undang-Undang Hak Pilih telah terbukti di tahun 2020. Generasi baru perempuan AS yang memberikan suara. Melanjutkan perjuangan untuk hak dasar mereka untuk memilih dan didengar.

“Sungguh bukti karakter Joe, bahwa dia memiliki keberanian untuk mendobrak salah satu penghalang paling substansial yang ada di negara kita. Memilih seorang wanita sebagai wakil presidennya,” ujranya.

Menanggapi hal itu, Biden dalam pidato kemenangan, menegaskan bahwa AS memberikan peluang besar bagi siapapun.

“Saya selalu percaya kita bisa mendefinisikan Amerika dalam satu kata: peluang. Bahwa di Amerika setiap orang harus diberi kesempatan untuk mencapai impian mereka dan kemampuan yang diberikan Tuhan akan membawa mereka,” katanya.

“Saya percaya pada ‘possibilities’ negara ini. Kami selalu melihat ke depan. Menuju ke Amerika yang lebih bebas dan lebih adil. Menuju ke Amerika yang menciptakan pekerjaan dengan martabat dan rasa hormat,” tabahnya.

Biden juga mengklaim akan membawa Amerika yang menyembuhkan penyakit seperti kanker dan Alzheimer. Amerika yang tidak pernah meninggalkan siapa pun. Amerika yang tidak pernah menyerah. Tidak pernah menyerah.

Atas dasar itu, Biden mengatakan, Amerika adalah mercusuar bagi dunia. Memimpin bukan dengan contoh kekuatan, tetapi dengan tauladan baik yang diberikan disebarkan sepanjang waktu.

Sebagaimana diketahui, pasangan calon presiden dan wakil presiden dari Partai Demokrat, Biden dan Harris yang digelar pada Rabu (3/11/2020) waktu setempat. Membuktikan diri berhasil mengungguli perolehan suara atas pasangan petahana dari Partai Republik, Donald J. Trump dan Mike Pence di Pennslyvania. Biden-Haris berhasil mengantongi 273 suara elektoral. Melebihi syarat mengantongi 270 suara elektoral untuk menang. Sementara Trump-Pence hanya meraih 213 suara elektoral. (rim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here