KOMANDAN Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono menyematkan baret ungu saat upacara pengukuhan prajurit remaja Marinir di Pantai Baruna, Kondang Iwak, Malang, Senin (19/10/2020). (Dok.Kormar)

bongkah.id – Sebanyak 75 orang bintara remaja dan 270 orang tamtama remaja Korps Marinir TNI AL Angkatan XXXIX/2 Tahun 2020 menerima baret ungu, di Pantai Baruna, Kondang Iwak, Malang Selatan, Senin (19/10/2020). Pemasangan baret kebanggaan pasukan Marinir TNI AL itu dilakukan Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono.

Upacara pemasangan baret ungu itu diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Dilanjutkan penghormatan kepada pataka Korps Marinir, pembacaan surat keputusan Komandan Korps Marinir (Dankormar), prosesi pemakaian baret korps Marinir dengan diperdengarkan pidato Presiden Soekarno pada saat penganugerahan Panji kepada Korps Komando AL.

Selain itu juga dibacakan surat terakhir dua prajurit KKO AL, Usman Janatin dan Harun Thohir yang gugur dalam Operasi Dwikora (Dwi Komando Rakyat). Kedua prajurit marinir tersebut di eksekusi Pemerintah Singapura pada 17 Oktober 1968 jam 06.00 pagi waktu Singapura. Keduanya dihukum gantung di Penjara Changi. Siang harinya, jenazah keduanya dipulangkan ke tanah air dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada hari itu juga.

Setelah mendengarkan surat terakhir kedua pahlawan dari Marinir itu, maka pemakaian baret dilakukan Dankormar selaku inspektur upacara perwakilan prajurit marinir. Selanjutnya dilakukan pengucapan janji prajurit Korps Marinir oleh seluruh prajurit. Dalam siaran pers yang dibagikan, ditegaskan pembaretan tersebut dilaksanakan dalam protokol kesehatan terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

Turut hadir dalam agenda tersebut Danpasmar 1 Brigjen TNI (Mar) Wurjanto, Danpasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, pejabat utama Mako Kormar, Danlanmar Jakarta Kolonel Marinir Marsono, Danlanmar Surabaya Kolonel Marinir Idi Rizaldi, Dankolatmar Kolonel Mar Suliono, Kadepmar AAL Kolonel Marinir Teddy Yulianda Bakri, Asops Gartap III Kolonel Marinir Joni Sulistiawan.

Dalam amanatnya, Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono menegaskan, upacara penyematan baret ungu merupakan bagian dari implementasi pembinaan Korps Marinir dari aspek kultural, pembinaan tradisi yang menjunjung nilai-nilai luhur, pembinaan karakter penanaman rasa kebanggaan dan kehormatan diri serta kecintaan kepada Korps Marinir.

“Mulai saat ini mulai tumbuhkan dan pupuk kesadaran di dalam sanubari para bintara remaja dan tamtama remaja, bahwa kalian semua adalah prajurit Korps Marinir yang profesional, berjiwa kesatria, prajurit petarung yang andal dan unggul di setiap penugasan, berwawasan modern, religius, dan humanis,” katanya.

Suhartono juga mengingatkan, hendaknya prajurit Marinir senantiasa siap tampil sebagai garda terdepan dalam membela dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (rim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here