Ini 5 calon Kapolri yang diusulkan Kompolnas ke Presiden Joko Widodo dan akan diserahkan ke DPR, Rabu (13/1/2021) untuk menjalani fit and proper test.

Bongkah.id – Lima nama kandidat Kepala Polri akan diserahkan Presiden Joko Widodo ke Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu (13/1/2021) besok. Komisi III DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk memilih satu calon pengganti Jenderal Idham Azis.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang akan menyerahkan langsung surat presiden tentang calon Kapolri  kepada pimpinan DPR. Adapun kelima nama tersebut yakni Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, Komjen Listyo Sigit Prabowo, Komjen Arief Sulistyanto, Komjen Agus Andrianto, dan Komjen Boy Rafli Amar.

Kelima nama itu berdasar usulan Komisi Kepolisian Nasional yang disetor ke Presiden Jokowi. “Besok rencananya,” kata Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ketika dikonfirmasi hal ini, Selasa (12/1/2021) malam.

Presiden Jokowi tengah menyeleksi calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang akan pensiun pada Februari. Seperti biasanya, kepala negara akan mengusulkan para kandidat untuk disaring oleh DPR melalui fit and proper test.

“Kalau nama–nama calon diserahkan besok, kemungkinan fit and proper bisa dimulai Senin pekan depan,” kata Ketua Komisi III DPR Herman Herry.

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, hari ini, Komisi Hukum sudah menggelar rapat internal untuk membahas teknis dan jadwal fit and proper test calon Kapolri. Jika Surat Presiden benar tiba besok, Herman berharap akan segera ada yang mengagendakan sidang paripurna.

Kemudian, pada Kamis lusa (14/1/2021), Komisi III menjadwalkan mengundang Komisi Kepolisian Nasional dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

“Segera dari Badan Musyawarah ada penugasan kepada Komisi III, kalau bisa hari Kamis kami sudah bisa mengundang RDPU dengan Kompolnas dan PPATK,” tegasnya.

Dari lima nama di bursa kandidat Kapolri, tiga calon disebut-sebut paling berpeluang memipin Korps Bhayangkara. Ketiga jenderal bintang tiga itu yakni Komjen Gatot Eddy Pramono, yang menjabat sebagai Wakapolri, alumni Akpol 1988, dengan masa dinas aktif hingga 2023.

Kemudian, Komjen Agus Andrianto, saat ini menjabat sebagai Kabaharkam, alumni Akpol 1989, dengan masa dinas hingga 2025; dan Komjen Boy Rafli Amar, yang sekarang menjabat sebagai Kepala BNPT, alumni Akpol 1988 ini masa dinas aktif hingga 2023.

Baca juga: Kapolri Lantik 20 Jenderal Baru, Surplus Jenderal Makin Tinggi

“Ketiga perwira tinggi Polri tersebut relatif mempunyai sisa masa kerja ideal 3-4 tahun, relatif diterima oleh masyarakat dan internal polri, dan mempunyai pengalaman yang cukup untuk modal menjadi Kapolri,” kata pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta.

Sedangkan dari kalangan anggota dewan, nama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo yang dinilai sebagai calon terkuat. Mantan Kapolda Banten itu disebut menjadi calon kuat bersama Wakapolri saat ini, Komjen Gatot Edy Pramono.

“Konon menguat ke Listyo Sigit Prabowo, tapi kan namanya politik, Kapolri itu jabatan politik,” ucap Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI-P Trimedya Panjaitan.

Menguatnya Komjen Listyo Sigit Prabowo di bursa calon Kapolri bukan tanpa alasan. Selain sepak terjangnya yang gemilang, eks Kadiv Propam Polri itu dikenal memiliki riwayat hubungan lebih akrab dengan Presiden Jokowi dibanding kandidat lain.

Kedekatan mereka dimulai saat Jokowi masih menjadi Walikota Solo sementara di saat yang sama Listyo menjabat Kapolresta. Selanjutnya, dia diangkat sebagai ajudan ketika Jokowi pertama kali menduduki kursi presiden tahun 2014 silam.

Dari riwayat hubungan itu, tak heran jika anggota Komisi III dari Fraksi PKB Jazilul Fawaid memberikan pandangan lebih ekstrim soal peluang Listyo menjadi Kapolri. Ia berpendapat, Jokowi hanya mengirim satu nama calon Kapolri ke DPR melalui surat presiden, dan Listyo menjadi kandidat terkuat.

“Prediksi saya, calon terkuat Pak Listyo Sigit Prabowo tanpa menutup peluang pak Gatot Edy Pramono (Wakapolri) dan lainnya. Semuanya kembali pada ketentuan Allah dan Presiden,” kata Jazilul.

Menanggapi rumor yang melambungkan namanya, Komjen Listyo enggan berkomentar banyak. Bahkan ia menilai, berbagai macam pernyataan yang menyebutnya sebagai calon kapolri pilihan Jokowi sama sekali tidak berdasar.

“Saya enggak tahu itu muncul dari mana, jadi hoaks menurut saya,” kata Listyo. (bid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here