Ilustrasi penganiayaan terhadap perempuan.

Bongkah.id – Seorang aktivis mahasiswi asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengalami penganiayaan. Diduga, tindakan kekerasan itu terkait aksi perempuan berusaha 23 tahun itu yang sedang mendampingi korban pemerkosaan.

Kasus pemerkosaan ini dilakukan oleh M. Subchi Azal Tsani, putra pengasuh pondok pesantren dan kiai ternama di Jombang. Perkara ini ditangani Polda Jawa Timur berdasar laporan nomor LP/329/X/RES.1.24/2019/JATIM/RES JOMBANG.

ads

Sementara pelaku penganiayaan terhadap korban yang sedang aktif mengadvokasi kasus tersebut diduga berjumlah enam orang yang ditengarai merupakan jemaah sebuah organisasi keagamaan di Kecamatan Ploso, Jombang.

“Warga sekitar bersolidaritas mengusir gerombolan itu,” kata Ana Abdillah selaku pendamping korban penganiayaan Senin (10/5/2021).

Ana mengatakan  peristiwa penganiayaan tersebut bermula ketika Rani mengikuti pengajian di rumah salah satu warga Ploso. Tiba-tiba sekelompok pemuda datang masuk ke lokasi pengajian dan menghampiri korban.

“Pelaku membenturkan kepala korban ke tembok dan mengancam akan membunuhnya,” ungkap Ana.

Korban kemudian melaporkan penganiayaan itu ke Polsek Ploso pada sore harinya. Perempuan yang berstatus mahasiswi itu juga telah menjalani visum.

“Namun malam harinya korban didatangi lagi oleh sekelompok orang di rumahnya. Mereka mengancam korban dan keluarganya,” tandasnya.

Ana belum bisa memastikan motif penganiayaan dan teror terhadap korban. Namun kuat dugaan bahwa kekerasan itu berkaitan dengan kasus kekerasan seksual oleh SAT yang saat ini sedang ditangani Polda

“Dia (korban) sekarang dibawa ke tempat aman dan dalam perlindungan LSPS,” ucapnya. (bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini