
bongkah.id – Sebanyak 441 perangkat handphone dihancurkan tanpa sisa di halaman kantor Kanwil Ditjenpas Jawa Timur di Medaeng, Waru, Sidoarjo, Selasa (21/4).
Satu per satu handphone yang selama ini diam-diam menjadi “urat nadi” komunikasi ilegal di dalam lapas, hancur tak bersisa.
Ratusan handphone itu merupakan hasil sitaan dari razia rutin di berbagai lapas dan rutan. Sebagian ditemukan dalam kamar hunian, sebagian lain disita melalui jalur kunjungan.
“Artinya, memang masih ada yang mencoba menyelundupkan. Baik dari luar maupun yang beredar di dalam. Semua yang ditemukan langsung kami sita,” kata Kadiyono, Kepala Kanwil Ditjenpas Jatim, tidak menampik fakta tersebut.
Tak ada kompromi untuk barang-barang itu. Alih-alih disimpan sebagai barang bukti jangka panjang, seluruhnya dimusnahkan di hadapan aparat, termasuk dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur.
Langkah ini sekaligus menjadi pesan terbuka bahwa ruang komunikasi ilegal di dalam lapas terus dipersempit.
Kadiyono menekankan, perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar pengawasan, penindakan, hingga pemulihan berjalan beriringan.
Di sisi lain, pengawasan internal juga terus diperketat. Sistem reward and punishment diterapkan, tidak hanya untuk warga binaan tetapi juga petugas.
Pemusnahan ratusan handphone itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Ia adalah penanda bahwa di balik tembok tinggi lapas, ada upaya yang terus bergerak untuk memutus mata rantai kejahatan.
Harapannya jelas: tak ada lagi kendali narkoba dari balik jeruji, dan tak ada ruang bagi kompromi dalam perang melawan barang haram tersebut. (anto)
























