Dua Dokter Anggota IDI yang diumumkan meninggal dunia akibat terjangkit virus korona (Covid-19).

Bongkah.id – Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) melaporkan sebanyak 109 dokter meninggal dunia akibat terjangkit virus korona. Dari jumlah itu, tujuh orang merupakan guru besar, 49 orang adalah dokter spesialis, sedangkan 53 dokter umum dan sebagian besar bertugas di Jawa Timur.

Sementara . Seratusan lebih dokter yang meninggal akibat korona tersebut akumulasi sejak pandemi Covid-19 melanda Tanah Air pada 2 Maret 2020.

Setelah Jawa Timur, daerah dengan angka kematian dokter akibat Covid-19 tertinggi yakni Sumatera Utara 20 orang dan DKI Jakarta (13). Namun jumlah penyebaran kasus Covid-19 terbanyak masih di ibukota yakni 50.671 kasus disusul Jatim peringkat kedua dengan 37.093 kasus.

“Tambahan kasus harian yang dicatat kemarin pun dicatat sebagai rekor tertinggi sejak kasus pertama muncul,” kata Anggota Bidang Kesekretariatan, Protokoler dan Public Relations PB IDI Halik Malik

Menurut Halik, dokter dan tenaga medis memang berisiko paling tinggi tertular virus kornan karena peran mereka sebagai garda terdepan dalam membantu menangani Covid-19. Apalagi, kasus penyebaran virus korona di masyarakat masih tinggi.

“Perkembangan situasi pandemi di berbagai wilayah, itu semua mempengaruhi kondisi para petugas medis di lapangan termasuk dokter yang kita ketahui masih aktif melayani sepanjang pandemi ini,” tutur Halik.

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menunjukkan bahwa akumulasi kasus positif Covid-19 mencapai 207.203 kasus hingga 10 September 2020. Jumlah itu setelah ada penambahan 3.861 pasien dalam sehari. (bid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here