ILUSTRASI. Cuplikan cover film "Perempuan Tanah Jahanam" yang berhasil memborong 16 nominasi Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 2020.

bongkah.id – Sutradara muda Joko Anwar membuat kejutan dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2020. Pria bertubuh subur itu memborong nominasi Piala Citra. Sebanyak 21 nominasi diborong lewat dua film karyanya, “Perempuan Tanah Jahanam” dan “Ratu Ilmu Hitam”, yang diumumkan pada Minggu (8/11/2020) malam.

Karya sinematografinya yang terbanyak memborong nominasi Piala Citra, adalah “Perempuan Tanah Jahanam”. Berhasil memborong 16 predikat nominasi. Prestasi itu membuat film yang dibintangi Tara Basro, Marissa Anita, Christine Hakim, Asmara Abigail, dan Ario Bayu itu memecahkan rekor nominasi terbanyak sepanjang sejarah FFI sejak digelar pada 1955.

Sebagai informasi, film “Perempuan Tanah Jahanam” meraih nominasi untuk kategori Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

Selanjutnya nominasi Pengarah Sinematografi Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Penata Efek Visual Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penata Suara Terbaik, Penata Musik Terbaik, Pencipta Lagu Tema Terbaik, Penata Busana Terbaik, Penata Rias Terbaik.

SALAH satu adegan dalam film “Perempuan Tanah Jahanam” yang mampu membuat bulu kuduk berdiri, karena suara jeritan kematian wanita korban kejahatan akibat fitnah.

Sementara “Ratu Ilmu Hitam” mendapat nominasi untuk kategori Penulis Skenario Adaptasi Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Penata Efek Visual Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik dan Penata Rias Terbaik.

Menanggapi prestasinya yang mengejutkan itu, Joko Anwar saat dihubungi mengatakan, dia sangat terkejut pada mulanya. Sangat tidak menyangka. Karena itu, dia langsung mengucapkan syukur pada Alloh Swt. Dia sangat senang, karena karyanya bersama para kru film mendapatkan pengakuan dari rekan-rekan sesama pekerja film.

“Ini kehormatan yang sangat besar,” katanya.

Sukses kedua filmnya itu, dikatakan, sebagai bukti jika film bergenre horor bukan lagi penghuni kasta terenda perfilman nasional. Sepanjang digarap dengan serius dan kental dengan unsur-unsur sinematografi, maka sebuah film horor akan naik kelas. Menjadi sebuah film drama thriller yang menyugunkan sebuah pesan untuk direnungkan. Juga dijadikan pesan untuk generasi masa depan.

“Genre apa pun kalau dibuat sungguh-sungguh, hasilnya baik, akan bisa dianggap rata dengan genre lain. Perempuan Tanah Jahanam dan Ratu Ilmu Hitam adalah misi saya untuk membuktikan jika dunia perfilman tidak mengenal kasta film,” katanya.

Film “Perempuan Tanah Jahanam”, menurut dia, adalah film yang dikerjakan secara serius. Itu tercermin dari hasil pemasarannya yang menggembirakan. Setelah tayang pada September 2019 di Indonesia, film yang sudah ditonton 1,8 juta orang ini juga diputar di bioskop mancanegara.

“Minggu lalu ‘Perempuan Tanah Jahanam’ berhasil menempati peringkat kelima box office Thailand,” ujarnya.

Karena itu, Joko berharap, film horor Tanah Air mampu menciptakan rasa penasaran penonton mancanegara. Dia menyebut, tren film horor dari Jepang yang terjadi pada era 90-an, dilanjutkan dengan film horor Prancis dan Thailand pada era 2000-an.

“Siapa tahu sekarang bisa ada horrorwave dari Indonesia yang bisa membuat audiens luar jadi pasar kita untuk film Indonesia. Itu misinya,” tambahnya (rim)

NOMINASI PIALA CITRA 2020

Kategori Film Cerita Panjang Terbaik

1. “Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah (The Science of Fictions)”, Produksi: KawanKawan Media, Angka Fortuna Sinema, Limaenam Films, Produser: Yosep Anggi Noen, Yulia Evina Bhara, Edwin Nazir, Arya Sweta

2. “Humba Dreams”, Produksi: Miles Films, Produser: Mira Lesmana

3. “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan”, Produksi: Starvision Plus, Produser: Chand Parwez Servia, Fiaz Servia

4. “Mudik” Produksi: Relate Films, Lifelike Pictures, Produser: Perlita Desiani

5. “Perempuan Tanah Jahanam”. Produksi: Base Entertainment, Ivanhoe Pictures, CJ Entertainment, Rapi Films, Produser: Shanty Harmayn, Tia Hasibuan, Auora Lovenson, Ben Soebiakto

6. “Susi Susanti: Love All”, Produksi: Time International Films, Damn! I Love Indonesia Movies, Oreima Films, East West Synergy, Melon Indonesia, Buddy Buddy Pictures, Produser: Daniel Mananta, Reza Hidayat, Guillaume Catala

Kategori Nomine Sutradara Terbaik

1. Faozan Rizal – “Abracadabra”; 2. Joko Anwar – “Perempuan Tanah Jahanam”; 3. Riri Riza – “Humba Dreams”; 4. Sim F – “Susi Susanti: Love All”; 5. Yosep Anggi Noen – “Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah (The Science of Fictions)”

Kategori Nomine Pemeran Utama Perempuan Terbaik

1. Faradina Mufti – “Guru-Guru Gokil”; 2. Jessica Mila – “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan”; 3. Laura Basuki – “Susi Susanti: Love All”; 4. Putri Ayudya – “Mudik”; 5. Tara Basro – “Perempuan Tanah Jahanam”; 6. Ully Triani – “Humba Dreams”

Kategori Nomine Pemeran Utama Pria Terbaik

1. Alqusyairi Radjamuda – “Mountain Song”; 2. Ario Bayu – “Perempuan Tanah Jahanam”; 3. Dion Wiyoko – “Susi Susanti: Love All”; 4. Gunawan Maryanto – “Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah (The Science of Fictions)”; 5. Ibnu Jamil – “Mudik”; 6. Reza Rahadian – “Abracadabra”; 7. Reza Rahadian – “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan”

Kategori Nomine Penulis Skenario Asli Terbaik

1. Adriyanto Dewo – “Mudik”; 2. Joko Anwar – “Perempuan Tanah Jahanam”; 3. Riri Riza – “Humba Dreams”; 4. Syarika Bralini, Raditya, Daud Sumolang, Sinar Ayu Massie, Raymond Lee – “Susi Susanti: Love All”; 5. Yosep Anggi Noen – “Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah (The Science of Fictions)”; 6. Yusuf Radjamuda – “Mountain Song”

Kategori Nomine Penulis Skenario Adaptasi Terbaik

1. Ernest Prakasa, Meira Anastasia – “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan”, Skenario adaptasi dari buku Meira Anastasia terbitan 2018;

2. Joko Anwar – “Ratu Ilmu Hitam”, Skenario adaptasi film layar lebar berjudul sama produksi Rapi Film rilis tahun 1981

Kategori Nomine Pemeran Pendukung Pria Terbaik

1. Ade Firman Hakim – “Ratu Ilmu Hitam”; 2. Butet Kartaredjasa – “Abracadabra”; 3. Iszur Muchtar – “Susi Susanti: Love All”; 4. Kiki Narendra – “Perempuan Tanah Jahanam”; 5. Totos Rasiti – “Mekah I’m Coming”; 6. Yoga Pratama – “Mudik”; 7. Yudi Ahmad Tajudin – “Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah (The Science of Fictions)”

Kategori Nomine Pemeran Pendukung Wanita Terbaik

1. Asmara Abigail – “Mudik”; 2. Asri Welas – “Guru-Guru Gokil”; 3. Christine Hakim – “Perempuan Tanah Jahanam”; 4. Dewi Irawan – “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan”; 5. Marissa Anita – “Perempuan Tanah Jahanam”; 6. Ratna Riantiarno – “Love For Sale 2”; 7. Ria Irawan – “Mekah I’m Coming”

Kategori Nomine Pengarah Sinematografi Terbaik

1. Bayu Prihantoro – “Humba Dreams”; 2. Gandang Warah – “Abracadabra”; 3. Ical Tanjung, I.C.S – “Perempuan Tanah Jahanam”; 4. Ucel Bausad – “Mountain Song”; 5. Vera Lestafa – “Mudik”; 6. Yunus Pasolang, I.C.S – “Susi Susanti: Love All”

Kategori Nomine Pengarah Artistik Terbaik

1. Deki Yudhanto – “Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah (The Science of Fictions)”; 2. Frans XR Paat – “Perempuan Tanah Jahanam”; 3. Frans XR Paat – “Susi Susanti: Love All”; 4. Vida Sylvia Pasaribu – “Abracadabra”

Kategori Nomine Penata Efek Visual Terbaik

1. Abby Eldipie – “Perempuan Tanah Jahanam”; 2. Gaga Nugraha – “Ratu Ilmu Hitam”; 3. Keliek Wicaksono – “Abracadabra”; 4. Kotak Ide – “Mangkujiwo”; 5. Satriya Mahardhika, Wahyu Ponco, Ardian Krisna Wijaya, Stephen Kingsyah – “Susi Susanti: Love All”; 6. Satriyo P Utomo (Rabbit Studio), Lucas Adhityo (Fire Post Pro), Kholish Abdulhaq (Blessink Studio) – “Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2”; 7. x. Jo – “Habibie & Ainun 3”

Kategori Nomine Penyunting Gambar Terbaik

1. Ahyat Andrianto – “Mekah I’m Coming”; 2. Akhmad Fesdi Anggoro, Yosep Anggi Noen – “Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah (The Science of Fictions)”; 3. Arifin Cuunk – “Mudik”; 4. Arifin Cuunk – “Ratu Ilmu Hitam”; 5. Dinda Amanda – “Perempuan Tanah Jahanam”; 6. Ryan Purwoko – “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan”

Kategori Nomine Penata Suara Terbaik

1. Arief Budi Santoso, Hiro Ishizaka – “Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2”; 2. Hadrianus Eko Sunu, Firman Satyanegara, L.J. Aim Adi Negara, Bagas Oktariyan Ananta, Yasuhiro Morinaga – “Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah (The Science of Fictions)”; 3. Krisna Purba Ratmara, Dicky Permana – “Abracadabra”; 4. Mohamad Ikhsan, Trisno, Syamsurrijal – “Mangkujiwo”; 5. Mohamad Ikhsan, Syamsurrijal, Anhar Moha – “Perempuan Tanah Jahanam”; 6. Mohamad Ikhsan, Trisno – “Susi Susanti: Love All”; 7. Syamsurrijal, ANhar Moha – “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan”

Kategori Nomine Penata Musik Terbaik

1. Aghi Narottama, Bembi Gusti – “Susi Susanti: Love All”; 2. Aghi Narottama, Bembi Gusti, Tony Merle, Mian Tiara – “Perempuan Tanah Jahanam”; 3. Aksan Sjuman – “Humba Dreams”; 4. Ifa Fachir, Dimas Wibisana – “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan”; 5. Lie Indra Perkasa – “Mudik”; 6. Ofel Obaja – “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini”

Kategori Nomine Pencipta Lagu Tema Terbaik

1. “Dari Kata Turun ke Hati” – film “Toko Barang Mantan”, Musik: Andi Rianto, Lirik: Titien Wattimena; 2. “Fine Today” – film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini”, Musik/lirik: Ardhito Pramono; 3. “Pujaan Hati” – film “Perempuan Tanah Jahanam”, Musik: The Spouse, Lirik: Tia Hasibuan; 4. “Tak Harus Sempurna” – film “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan”, Musik: Ifa Fachir, Lirik: Reza Rahadian

Kategori Nomine Penata Busana Terbaik

1. Aldie Harra – “Si Manis Jembatan Ancol”; 2. Andhika Dharmapermana – “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan”; 3. Hagai Pakan – “Abracadabra”; 4. Irmina Kristina – “Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah (The Science of Fictions)”; 5. Isabelle Patrice – “Perempuan Tanah Jahanam”; 6. Jeanne Elizabeth Fam – “Guru-Guru Gokil”; 7. Nuni Triani – “Susi Susanti: Love All”

Kategori Nomine Penata Rias Terbaik

1. Aktris Handradjasa, Teguh Widodo – “Habibie & Ainun 3”; 2. ANISMCAW – “Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah (The Science of Fictions)”; 3. Eba Sheba – “Abracadabra”; 4. Eba Sheba – “Susi Susanti: Love All”; 5. Darwyn Tse – “Perempuan Tanah Jahanam”; 6. Talia Subandrio – “Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan”; 7. Ucok Albasirun – “Ratu Ilmu Hitam”

Kategori Nomine Film Cerita Pendek Terbaik

1. “Fitrah” (Sutradara: Yulinda Dwi Andriyani); 2. “Hai Guys Balik Lagi Sama Gue, Tuhan!” (Sutradara: Winner Wijaya); 3. “Jemari Yang Menari di Atas Luka-Luka” (Sutradara: Putri Sarah Amelia); 4. “Kemanten” (Sutradara: Imam Syafi’i); 5. “Lantun Rakyat” (Sutradara: Dwi Cahya);

Kategori Nomine Film Dokumenter Panjang Terbaik

1. “Between The Devil And The Deep Blue Sea” (Sutradara: D.S. Nugraheni); 2. “You And I” (Sutradara: Fanny Chotimah)

Kategori Nomine Film Dokumenter Pendek Terbaik

1. “Cerita Tentang Sinema Di Sudut Yang Lain” (Sutradara: Hariwi); 2. “Cipto Rupo” (Sutradara: Catur Panggih Raharjo); 3. “Dulhaji Dolena” (Sutradara: Anita Reza Zein); 4. “Golek Garwo” (Sutradara: Wahyu Utami); 5. “Ibu Bumi” (Sutradara: Chairun Nissa)

Kategori Nomine Film Animasi Pendek Terbaik

1. “Handcrafted” (Sutradara: Angelia); 2. “Kasat Mata” (Sutradara: Sari Pololessy); 3. “Nussa Bundaku” (Sutradara: Chrisnawan “Cicis” Martantio); 4. “Prognosis” (Sutradara: Ryan Adriandhy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here