
bongkah,id – Hampir tiga bulan pasca dugaan pengeroyokan yang dialami seorang wanita berinisial LR alias Nadine (35), warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur penanganan kasus tersebut masih belum menemui kepastian hukum.
Hingga Sabtu (25/4/2026), polisi belum menetapkan tersangka terhadap empat orang terlapor.
Kuasa hukum korban, Sandy Dolorosa, menyampaikan bahwa laporan telah diterima dan korban sudah menjalani pemeriksaan.
“Hingga saat ini belum ada kejelasan terkait penetapan tersangka. Sempat ada upaya mediasi, namun tidak mencapai kesepakatan,” ujarnya.
Menurut Sandy, para terlapor sempat meminta maaf dan menawarkan ganti rugi, namun korban memilih melanjutkan proses hukum.
Sementara itu, Kapolsek Prajurit Kulon Kompol Purnomo Polresta Mojokerto membenarkan adanya laporan tersebut. Dia menyatakan bahwa proses hukum masih berjalan dan telah dilakukan gelar perkara.
“Perkara ini akan kami gelar kembali bersama Satreskrim Polres Mojokerto Kota untuk memastikan kepastian hukumnya,” kata Purnomo.
Empat perempuan dilaporkan sebagai terduga pelaku pengeroyokan.
Peristiwa itu terjadi pada 1 Februari 2026 di salah satu tempat hiburan malam di Mojokerto. Korban mengaku insiden bermula dari salah paham saat dirinya selesai melayani tamu di ruang karaoke dan diminta menemani tamu lain di area hall.
Saat berada di lokasi, dua perempuan yang juga berada di meja tamu diduga dalam pengaruh minuman keras berjoget di atas meja hingga menyebabkan situasi tidak kondusif.
Ketegangan mulai muncul ketika salah satu dari mereka tersandung kaki korban. “Dari situ terjadi cekcok. Saya juga sempat diolok dengan kata-kata kasar,” ujar Nadine.
Korban mengaku sempat diarahkan menuju ruang tunggu oleh koordinator ladies. Namun, di ruangan tersebut, konflik kembali memanas.
Dia menyebut mendapat perlakuan verbal yang menyinggung keluarga hingga akhirnya berujung pada tindakan kekerasan.
“Saya dipukuli oleh beberapa orang, dilempar botol parfum, rambut saya ditarik hingga rontok,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, korban sempat pingsan dan menjalani perawatan medis di RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto. (joe/kim)


























