Tiga orang pekerja tampak bekerja mencopoti batu bata yang baru terpasang di lokasi Skywalk Majapahit, Kota Mojokerto, di lokasi proyek pada Senin (7/11/2022) sore.

Bongkah.id – Proyek amburadul pembangunan Tugu Alun-Alun rupanya juga terjadi pada Skywalk Majapahit Kota Mojokerto, Jawa Timur, yang masih dalam proses pengerjaan. Kontraktor pelaksana tiba-tiba membongkar bangunan tembok setinggi 2 meter dan panjang 5 meter yang baru saja berdiri.

Pantauan di lokasi proyek pada Senin (7/11/2022) sore, tiga orang pekerja tampak bekerja mencopoti batu bata yang baru terpasang. Ada dua konstruksi tembok yang dibongkar, yakni di sisi selatan dan utara.

ads

Agung, yang mengaku sebagai Leader atau mandor pekerja proyek Sky Walk dan Trotoar Alun-alun Kota Mojokerto, mengatakan, pembongkaran dilakukan bukan karena tidak sesuai spesifikasi. Bahkan, menurutnya di dalam perencanaan sudah tertara bangunan tembok tersebut.

“Tidak ada kesalahan (pemasangan tembok), terumasuk perencanaan,” kata Agung saat dikonfirmasi, Selasa (8/11/2022).

Ia mengklaim, pembongkaran dilakukan karena ada permintaan Walikota Mojokerto Ika Puspitasari setelah meninjau proyek tersebut pada Jumat (4/11/2022) lalu. Dikatakannya, walikota menginginkan area tersebut lebih terang.

“Bu wali kan melihatnya ini gelap, supaya terang kita bongkar. Jadi dibongkar untuk penerangan,” ujarnya.

Namun, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Mojokero  membantah jika pembongkaran tersebut atas permintaan Ning Ita, sapaan akrab Walikota Mojokerto.

Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Mojokerto, Yustian, membenarkan setelah Ning Ita meninjau lokasi pembangunan pernah meminta pembenahan. Namun, bukan terkait tembok yang dibongkar itu. Melainkan penambahan sirkulasi udara di tembok masing-masing stand kios.

“Setelah dikunjungi Bu Wali , disuruh dikasih roster untuk sirkulasi udara, sekitar 80 sentimeter dari atap itu. Bu Walikota mintanya itu. Lalu kami menginstruksikan tembok di jebol sekitar 80 sentimeter dari atas, bukan dibongkar semuanya. Hanya untuk sirkulasi udara saja,” katanya.

Kendati demikian, ia tidak menyalahkan pelaksana proyek melakukan pembongkaran tembok yang sempat berdiri setinggi dua meter. Ia menjelaskan, pada saat awal pengerjaan tembok, pelaksana proyek pernah mengajukan mock up bata atau gambaran metode pemasangan bata.

“Jadi tembok itu kan awal-awal yang dibuat contoh metode pemasangan bata. Mereka (pelaksana proyek) sempat mengajukan mockup pada saat rapat, saat itu disetujui oleh yang hadir,” jelas dia.

Setelah tembok stand di Skywalk baik disisi barat dan timur berdiri, akhirnya di rapatkan kembali. Tembok tersebut diputuskan agar dibongkar kembali karena tidak sesuai dengan konsep desain.

“Iya itu dulu pengajuan mockup pemasangan bata. Karena tidak sesuai yang diinginkan akhirnya dibongkar,” ujar Yustian.

Sebagai gantinya, pelaksana proyek dari CV Dwi Mulya Jaya akan membangun pagar setinggi satu meter yang terbuat dari kaca tempered.

“Konsepnya memang area terbuka, sehingga tidak ada dinding. Nanti dikasih pagar kaca, tingginya sekitar 1 meter,” pungkasnya.

Proyek dengan pagu Rp 10 miliar ini dimenangkan CV Dwi Mulya Jaya asal Sidoarjo, dengan nilai kontrak yang cukup fantastis, yakni sebesar Rp 7,9 miliar.

Saat ini, proyek Skywalk itu masih dalam proses pembangunan. Proyek pembangunan Skywalk Mojopahit ditarget rampung 23 November 2022 selesai dan difungsikan sebagai destinasi wisata pusat kuliner dengan model rooftop.

Bangunan Skywalk ini nantinya akan bertingkat dua. Lantai satu untuk tempat parkir pengujung. Sedangkan tingkat dua untuk kuliner yang memiliki 32 kios dengan ukuran 3×3 meter. (cw/bid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini