Tim pencari dari Basarnas menemukan serpihan diduga bagian dari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak di Kepulauan Seribu, Sabtu sore.

Bongkah.id – Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang hilang kontak dipastikan jatuh. Tim SAR gabungan saat ini melakukan pencarian di lokasi jatuhnya pesawat yang membawa 53 penumpang dan 12 orang kru tersebut.

Tim pencari dari Basarnas menemukan serpihan benda-benda diduga bagian dari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak Sabtu sore. Temuan itu berawal dari laporan dari nelayan yang mendengar ledakan seperti suara petir.

“Ada ditemuin serpihan-serpihan dari daging, mungkin tubuh dari manusia,” kata Kapten kapal, Eko saat diwawancara salah satu stasiun televisi. Selain itu, Eko mengaku melihat avtur atau bahan bakar pesawat di lokasi.

“Ada avtur dari dalam, kebetulan di situ kedalaman perairan 15-16 meter,” ujarnya.

Sriwijaya Air SJ182 hilang kontak saat terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Pesawat dipastikan jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang,  Kepulauan Seribu.

Situs FlightRadar24 melaporkan, pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC itu sempat terpantau di ketinggian 10.900 kaki. Namun tiba-tiba ketinggiannya merosot ke 8.950 kaki, turun ke 5.400 kaki, hingga manuver di 250 kaki sebelum akhirnya dilaporkan hilang kontak.

“Total penumpang 50 (maksudnya 53,red) orang bersama 12 kru yang terdiri dari 43 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi  dalam jumpa pers yang disiarkan via Zoom, Sabtu (9/1/2021) malam.

Tim SAR gabungan dari Basarnas hingga TNI-Polri bergerak ke lokasi dengan mengerahkan kapal-kapal evakuasi. Budi Karya menyatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan arahan agar pencarian dilakukan secara maksimal.

“Mohon doa restu dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dan penyelamatan berjalan dengan lancar. Hotline dari Sriwijaya Air untuk informasi penumpang pada 021-80637817,” ucapnya.

Malam ini, upaya Basarnas difokuskan pada pencarian titik jatuhnya pesawat. Sembari mengerahkan personel ke Pulau Lancang dan Pulau Laki.

“Harapannya besok pagi kita lakukan pencarian dan pendalaman. Maksimal kedalaman di Pulau Lancang dan Pulau Laki itu 20-23 meter. Kita belum tahu pasti dimana lokasinya,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Bambang Suryo Aji, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (9/1/2021). (bid)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here