bongkah.id – Setelah sempat tertunda akibat kendala administratif, pencairan beasiswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk 7.900 penerima di Kota Pahlawan akhirnya dipastikan akan segera direalisasikan dalam kurun Februari–Maret 2026.
Berdasarkan pernyataan Ajeng Wira Wati, anggota Komisi D DPRD Surabaya, program beasiswa yang semula dijadwalkan cair sejak Januari 2026 akhirnya mengalami keterlambatan karena masih terdapat hambatan administratif dalam penempatan data dan verifikasi penerima manfaat.
“Beasiswa PAUD harusnya sudah cair sejak Januari, tetapi karena kendala administratif, kemudian juga penempatan data penerima desil 1 dan desil 5 yang menjadi subjek targetnya, akhirnya informasi pencairannya baru bisa direalisasikan di Februari dan Maret,” ujar Ajeng, Senin (2/3/2026).
Program beasiswa ini menyasar anak-anak usia PAUD dan TK berusia 2–6 tahun yang menjadi bagian dari keluarga kurang mampu, khususnya dari warga keluarga miskin (gamis) dan pra-gamis.
Target utamanya adalah menyediakan dukungan finansial bagi keluarga untuk menunjang pendidikan anak sejak dini, sehingga dapat mengurangi beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan awal belajar si kecil.
Dalam penjelasannya, Ajeng menegaskan bahwa meskipun pencairan sempat tertunda, anggaran tersebut telah disiapkan dirapel agar nantinya bisa langsung masuk ke lembaga pendidikan masing-masing peserta.
Hal ini diharapkan dapat meringankan orang tua murid karena pengelolaan dana tidak langsung dibebankan kepada mereka.
“Harapannya yang menyasar 7.900 PAUD – jenjang PAUD dan TK – ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh warga, khususnya dari golongan kurang mampu, dan bekerjasama dengan lembaga pendidikan,” tambah Ajeng.
Ajeng juga berharap agar Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya rutin memperbarui data penerima agar program tersebut menjadi lebih tepat sasaran.
Ia optimis, jika data selalu terupdate, program beasiswa ini dapat mendukung kota ini dalam menjadi Kota Layak Anak dengan pendekatan PAUD Holistik Integratif.
Selain pencairan dana, Ajeng juga menyinggung pentingnya pendidikan parenting yang lebih luas lagi, termasuk penguatan pemahaman mengenai kesehatan, gizi, psikologi, dan pendidikan keluarga.
Inisiatif ini dimaksudkan dirangkai bersama lembaga-lembaga yang mendukung, sehingga manfaat beasiswa tak hanya menyentuh aspek finansial pendidikan anak usia dini, tetapi juga pembinaan keluarga secara menyeluruh.
Masyarakat penerima diharapkan dapat segera merasakan manfaat dari program beasiswa yang dirancang untuk memperkuat dasar pendidikan anak sejak usia dini—sebuah langkah yang dinilai penting untuk masa depan generasi Surabaya. (kim)



























