Pelajar SMAN 2 Sidoarjo gelar istighosah sebagai rasa syukur atas prestasi 120 siswanya menembus PTN tanpa tes.

bongkah.id – Prestasi akademis kembali menjadi cerita yang hidup di lingkungan SMA Negeri 2 Sidoarjo.

Di tahun ajaran 2026 ini, sekolah tersebut mencatat lonjakan signifikan jumlah siswa yang berhasil menembus perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur tanpa tes.

ads

Totalnya mencapai 120 siswa, angka yang tidak hanya meningkat, tetapi juga mempertegas konsistensi prestasi sekolah ini.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 99 siswa diterima melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi).

Sementara itu, 9 siswa lainnya mengantongi Golden Ticket yang mengantarkan mereka ke kampus-kampus unggulan seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UPN Veteran Jawa Timur.

Tak kalah membanggakan, 13 siswa diterima melalui jalur Poltekkes, serta satu siswa berhasil meraih beasiswa ke Da Yeh University of Taiwan.

Ada pula cerita menarik dari salah satu siswa yang telah lebih dulu “menjemput masa depan”. Pelajar itu masih duduk di kelas XI, tapi berhasil lolos ke ITS melalui jalur prestasi khusus. Sebuah capaian yang jarang terjadi dan menjadi inspirasi tersendiri bagi adik kelasnya.

Suasana haru dan syukur pun menyelimuti keluarga besar SMA Negeri 2 Sidoarjo dengan menggelar istighosah bersama, memanjatkan doa sebagai bentuk rasa terima kasih atas capaian yang diraih.

Kepala sekolah, Ristiwi Peni, menyebut capaian ini melampaui tahun sebelumnya yang berada di angka 86 siswa. Baginya, angka 120 bukan sekadar statistik, melainkan cerminan proses panjang yang dirancang sejak awal siswa menginjakkan kaki di sekolah.

“Keberhasilan ini bukan hasil instan di kelas XII. Kami sudah memetakan potensi, minat, dan bakat siswa sejak kelas X,” ujar Ristiwi.

Pendampingan itu berjalan berlapis. Di kelas X, siswa diperkuat melalui literasi dan numerasi lewat program AKM.

Memasuki kelas XI, mereka dibekali kemampuan bahasa Inggris melalui program TOEFL hasil kerja sama dengan Universitas Airlangga.

Sementara di kelas XII, fokus diarahkan pada pendampingan intensif untuk persiapan studi lanjut.

Tak berhenti pada akademik, sekolah juga merangkul peran orang tua melalui sesi konseling berbasis psikotes. Tujuannya sederhana, namun krusial: memastikan pilihan jurusan siswa sejalan dengan potensi diri dan dukungan keluarga.

Untuk membuka cakrawala siswa tentang kehidupan kampus, SMA Negeri 2 Sidoarjo juga rutin menghadirkan narasumber dari perguruan tinggi ternama seperti Universitas Brawijaya dan ITS.

Mereka berbagi pengalaman, strategi, hingga realitas persaingan masuk program studi favorit.

“Alhamdulillah, ada peningkatan yang sangat baik tahun ini. Kami berharap masih ada tambahan dari jalur SNBT,” tutur Ristiwi penuh harap.

Di balik angka-angka itu, tersimpan kisah perjuangan personal. Salah satunya datang dari Rahmadani Nisaul Fitri, siswi kelas XII-5 yang berhasil diterima di program studi Statistika ITS.

Baginya, ketertarikan pada matematika menjadi kompas yang menuntunnya sejak awal.

“Awalnya belajar biasa saja, tapi di kelas XII saya mulai menambah waktu belajar, dan alhamdulillah lolos SNB,” ungkapnya sambil tersenyum.

Deretan capaian ini bukan hanya tentang angka kelulusan, tetapi tentang proses panjang, strategi yang terukur, serta kolaborasi antara sekolah, siswa, dan orang tua.

Dari sana, prestasi bukan sekadar target, melainkan tradisi yang terus tumbuh dan dijaga. (anto)
.

9

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini