Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta S.IK.,S.H.,M.H. membuka TMMD ke-110 Kabupaten Bojonegoro di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro

Bongkah.id – Pembukaan program Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 Tahun 2021, Jawa Timur dipusatkan di Kabupaten Bojonegoro.

Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta S.IK.,S.H.,M.H. membuka TMMD ke-110 Kabupaten Bojonegoro di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Selasa (02/03/2021).

Pembukaan TMMD ke-110 tahun 2021 diawali dengan pemukul Gong oleh Wakil Gubenur Jawa timur dilanjutkan penyerahan alat kerja berupa cangkul dan sekrop secara simbolis.

Di dalam rangkaian acara pembukaan TMMD tersebut Wakil Gubenur juga memberikan bantuan sembako 200 paket kepada masyarakat.

Pangdam V/Brawijaya juga turut memberikan bantuan berupa 1 ton beras,1.200 lembar masker, 150 paket sembako dan 1.200 meter persegi keramik. Sedangkan Kapolda Jatim memberi bantuan satu ton beras serta1000 lembar masker. Demikian juga Bupati Bojonegoro turut memberikan bantuan 600 kg bibit jagung Inhibrida kepada warga Bojonegoro.

“Pelaksanaan Pembukaan TMMD ke-110 kali ini dilaksanakan secara serentak di 5 Kota Jawa Timur yang melaksanakan TMMD. Selain Kabupaten Bojonegoro, TMMD periode ini juga dilaksanakan di Pacitan, Bondowoso, Jember dan Sumenep,”ungkap Wagub.

“Kabupaten Bojonegoro sengaja dipilih dikarenakan pemerintah daerahnya terlihat sangat sinergis dalam melaksanakan program, termasuk program TMMD ini sehingga kami pilih untuk melaksanakan pembukaan TMMD di Bojonegoro ini. Saya berharap program sinergis antara TNI, Kepolisian dan elemen strategis lainnya dapat dimaksimalkan dalam membangun daerah dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Pelaksanaan TMMD dijadwalkan selama satu bulan, ada dua program utama yang akan dilakukan yaitu program fisik dan non fisik.Program fisik diharapkan dapat membantu pemerintah daerah membangun infrastruktur desa, sedangkan program pembangunan non fisik berkaitan dengan bela negara, wawasan kebangsaan, penyuluhan kesehatan hingga deradikalisasi.

“Semoga program ini bisa menghasilkan multiplier effect dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harap Wagub.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mengatakan, TMMD ini bisa semakin meningkatkan kecintaan masyarakat kepada TNI, jika rakyat merasakan langsung manfaat keberadaan TNI akan semakin meningkatkan  kecintaan dan kemanunggalan dengan rakyat,” ujarnya.

Danrem 082/CPYJ Kolonel M. Dariyanto menyampaikan, dengan pelaksanaan TMMD dapat memberikan manfaat dan meningkatkan perekonomian bagi masyarakat, yang selama ini apabila masyarakat mengangkut hasil pertanian sangat terkendala transportasi karena kondisi jalan kurang baik, setelah kegiatan TMMD ini akan lebih mudah karena kondisi jalan sudah bagus,” jelasnya.

Komandan Kodim 0813/Bojonegoro Letkol Inf Bambang Haryanto selaku Dansatgas TMMD menambahkan, TMMD ke-110 ini dilaksanakan di Desa Ngrancang dan Desa Jatimulyo Kecamatan Tambakrejo.

Beberapa program fisik yang dilaksanakan dalam TMMD kali ini antara lain rehab ruang kelas SDN Ngrancang IV volume 1 unit. Normalisasi sungai / kali Desa Ngrancang volume 1.500 meter dan Desa Jatimulyo volume 1.500 meter.

Pembangunan jalan Aspal 3 titik di Desa Ngrancang, volume 1.523 x 3 meter, Desa Jatimulyo-1 (Dusun Kramanan), volume 550 X 3 meter, Desa Jatimulyo-2, volume 2.400 x 3 meter, pembangunan Drainase Desa Jatimulyo, volume 129 x 0,8 x 0,8 meter

Program ALADIN (Atap Lantai dan Dinding) 20 rumah, atau Rumah Tinggal Layak Huni (RUTILAHU)  sebanyak 20 unit, pengerjaannya sendiri untuk beberapa proyek sudah dilakukan dalam rangkaian Pra TMMD. (penrem 082)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here