
Bongkah.id – Unjuk rasa yang digelar Aliansi Sekartaji di depan Kantor DPRD Kota Kediri Jawa Timur berakhir ricuh pada Kamis (27/3/2025) malam. Aksi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi ajang bentrokan sengit setelah azan Magrib berkumandang. Gas air mata, bom molotov, hingga martil beterbangan di tengah kepanikan yang menyelimuti kawasan tersebut.
Dimulai pada pukul 16.30 WIB, ratusan massa Aliansi Sekartaji berkumpul di depan kantor DPRD Kota Kediri dengan pengamanan ketat dari jajaran Polres Kediri Kota, Brimob Kompi 1 Yon C, serta dukungan penuh dari TNI Kodim 0809 dan Subdenpom Kediri. Dengan orasi lantang dan spanduk besar, para demonstran menyampaikan tuntutan mereka. Meski suasana sempat memanas akibat aksi bakar ban, aparat berhasil menjaga situasi tetap kondusif.
Namun, keadaan berubah drastis pada pukul 18.30 WIB. Suara letupan pertama terdengar—bom molotov melayang ke arah aparat yang berjaga di garis depan. Teriakan histeris menggema saat beberapa orang mulai menyalakan kembang api dan melemparkannya secara membabi buta. Bahkan, beberapa demonstran terlihat membawa martil dan mulai menghancurkan fasilitas umum di sekitar lokasi.
Bentrok Tak Terhindarkan, Aparat Bertindak Tegas
Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, aparat keamanan mengambil langkah tegas. Polisi dan TNI yang sebelumnya hanya bertahan, mulai membalas dengan gas air mata dan semprotan air dari water cannon. Massa yang sudah terprovokasi kian brutal, mereka mencorat-coret tembok kantor DPRD, merusak pagar besi, dan menempelkan stiker protes di berbagai sudut gedung dewan.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji, menegaskan bahwa tindakan represif dilakukan demi menjaga ketertiban umum. “Kami sudah mengupayakan pendekatan persuasif sejak awal, namun saat mereka mulai menyerang dengan bom molotov, kembang api, dan benda berbahaya lainnya, kami harus bertindak. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang karena hanya merugikan semua pihak,” tegasnya.
Komandan Kodim 0809, Letkol Inf Ragil Jaka Utama, turut menyayangkan aksi anarkis yang terjadi. “Silakan menyampaikan aspirasi, namun jangan sampai merusak fasilitas umum dan membahayakan nyawa orang lain,” ujarnya dengan nada geram.
21 Orang Diamankan, Situasi Berangsur Kondusif
Seiring dengan semakin habisnya bahan peledak yang dilemparkan oleh massa, aparat bergerak cepat untuk membubarkan kerumunan. Satu per satu demonstran diamankan, dengan total 21 orang yang kini dalam pemeriksaan kepolisian untuk mendalami peran masing-masing dalam insiden ini.
Hingga pukul 21.00 WIB, situasi di sekitar kantor DPRD Kota Kediri mulai berangsur kondusif. Petugas kebersihan dan pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk membersihkan sisa-sisa bentrokan, sementara aparat tetap berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan lanjutan aksi.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tertib dalam menyampaikan pendapat guna menghindari potensi kerugian lebih besar. Kejadian ini menjadi peringatan bahwa aksi demonstrasi yang seharusnya menjadi sarana menyampaikan aspirasi dapat berubah menjadi malapetaka jika tidak dikendalikan dengan baik. (wan)